Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah melakukan penjangkauan terhadap 81 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Operasi Penyakit Masyarakat ini telah berlangsung sejak 1 Ramadhan hingga hari ini, Jumat, 14 Maret 2026, dengan fokus menjaga ketertiban dan memberikan pembinaan sosial.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Ronny Jarpiko, menjelaskan bahwa seluruh PPKS yang terjaring langsung dibawa ke panti sosial untuk mendapatkan perlindungan dan pembinaan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Jakarta Utara untuk membantu para PPKS agar memiliki keterampilan yang memadai dan tidak kembali ke kehidupan jalanan yang rentan.
Para PPKS yang berhasil dijangkau kemudian dirujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung. Di sana, mereka akan menjalani proses pembinaan dan dibekali dengan keterampilan agar dapat hidup mandiri serta tidak lagi meresahkan masyarakat, sesuai dengan tujuan utama program ini.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penjangkauan Humanis dan Pembinaan PPKS
Penjangkauan PPKS di Jakarta Utara dilakukan dengan pendekatan humanis, tanpa kekerasan, oleh tim Satpol PP di enam kecamatan. Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian, menegaskan bahwa operasi ini menyasar titik-titik rawan dan jalan protokol, termasuk kawasan pusat perbelanjaan, masjid, dan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya PPKS.
Ronny Jarpiko menambahkan bahwa pembinaan di panti sosial merupakan langkah krusial untuk memastikan para PPKS memperoleh keterampilan yang berguna. Harapannya, melalui pembinaan ini, mereka dapat memiliki kemampuan yang bermanfaat sehingga tidak kembali ke jalanan dan dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.
Puluhan PPKS yang terjaring terdiri dari berbagai kategori, menunjukkan kompleksitas permasalahan sosial di Jakarta Utara. Kategori tersebut meliputi lima gelandangan, satu anak terlantar, 10 pengemis, 22 pengamen, dua pedagang asongan, 36 juru parkir liar, serta lima pemulung.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemkot Jakarta Utara Menjaga Ketertiban Sosial
Operasi penjangkauan PPKS ini akan terus diintensifkan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Budhy Novian juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung di jalan kepada para PPKS. Sebaiknya, bantuan disalurkan melalui lembaga resmi agar penanganan sosial dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif.
Pendekatan kolaboratif antara Suku Dinas Sosial dan Satpol PP memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif dengan tetap mengedepankan aspek sosial. Suku Dinas Sosial Jakarta Utara memiliki tugas untuk melaksanakan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian urusan pemerintahan bidang sosial di wilayahnya, termasuk pengelolaan data dan informasi serta pelaksanaan rehabilitasi sosial.
Advertisement
Sumber: AntaraNews