Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, secara aktif terus mengupayakan langkah mitigasi banjir. Hal ini dilakukan untuk menekan dampak buruk yang diakibatkan oleh bencana banjir di wilayah setempat. Upaya ini mencakup penanganan jangka pendek dan juga strategi jangka panjang yang terencana.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menjelaskan bahwa mobilisasi alat berat menjadi fokus utama mitigasi. Alat berat ini digunakan untuk membersihkan sungai-sungai yang mengalami penyumbatan parah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam gelar urun rembuk persoalan banjir di Masjid Al-Furqan, Banjarmasin Selatan.
Kegiatan urun rembuk ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah. Turut hadir juga Kabid Sungai Dinas PUPR, Syafiq Huwaida, serta puluhan undangan dari masyarakat. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk membahas solusi bersama.
Advertisement
Advertisement
Fokus Mitigasi Jangka Pendek
Dalam upaya mitigasi banjir jangka pendek, Pemkot Banjarmasin memprioritaskan pembersihan sungai. Mobilisasi alat berat menjadi kunci utama untuk mengatasi penyumbatan aliran air. Langkah ini diharapkan dapat segera mengurangi genangan dan mempercepat surutnya air banjir.
Ikhsan Budiman menegaskan bahwa penanganan ini bersifat sementara namun krusial. Pembersihan sungai adalah respons cepat terhadap kondisi darurat yang terjadi. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan membersihkan titik-titik rawan penyumbatan.
Kegiatan urun rembuk yang melibatkan masyarakat menunjukkan kepedulian bersama. Pemerintah menyerap aspirasi dan masukan dari warga terkait kondisi sungai. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas langkah-langkah mitigasi yang diambil.
Advertisement
Advertisement
Solusi Jangka Panjang dan Peran Bendungan Riam Kiwa
Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Banjarmasin juga fokus pada solusi mitigasi banjir jangka panjang. Salah satunya adalah percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar. Proyek ini diharapkan dapat signifikan mengurangi risiko banjir di hilir.
Bendungan Riam Kiwa memiliki fungsi vital untuk menahan dan mengatur aliran air dari hulu Sungai Martapura. Dengan demikian, debit air dapat dikendalikan lebih baik, terutama saat musim hujan tiba. Wali Kota Banjarmasin telah menyampaikan aspirasi terkait percepatan proyek ini dalam rapat terkait.
Pembangunan bendungan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Harapannya, dengan adanya bendungan, kejadian banjir yang berulang setiap awal tahun dapat diminimalisir. Ini menunjukkan komitmen serius terhadap penanganan masalah banjir secara fundamental.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Perbaikan Drainase dan Partisipasi Masyarakat
Pemkot Banjarmasin berencana untuk memetakan lokasi-lokasi sungai yang bermasalah setelah musim hujan berakhir. Langkah ini akan diikuti dengan percepatan normalisasi aliran dan pengerukan jalur sungai. Perbaikan drainase juga menjadi agenda utama untuk mencegah banjir di masa mendatang.
Pekerjaan perbaikan drainase dan pengerukan sungai akan dilaksanakan saat musim kemarau. Ini bertujuan agar proses pengerjaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Tingginya debit air atau intensitas hujan tidak akan mengganggu progres proyek vital ini.
Ikhsan Budiman menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat dalam urun rembuk. Segala masukan dan kritik menjadi perhatian serius pemerintah untuk mencari solusi bersama. Sinergi antara pemerintah dan warga sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan banjir di kota ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews