Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, secara sigap merespons dampak bencana banjir dan longsor dengan menambah fasilitas dapur umum. Penambahan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan makanan bagi ribuan warga yang terdampak dan terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Keputusan strategis ini diambil setelah melihat kebutuhan mendesak di lapangan, khususnya di Kecamatan Talamau yang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak. Dengan penambahan ini, total dapur umum yang beroperasi kini mencapai 25 unit, naik signifikan dari jumlah sebelumnya.
Langkah progresif ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan krisis. Seluruh dapur umum ini beroperasi secara swadaya dan mandiri, didukung penuh oleh berbagai pihak.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Randy Hendrawan, menjelaskan bahwa penambahan enam dapur umum baru ini difokuskan di Kecamatan Talamau. Dengan demikian, jumlah keseluruhan dapur umum di Pasaman Barat kini mencapai 25 unit, meningkat dari 19 unit sebelumnya.
"Kemarin jumlah dapur umum baru 19. Saat ini sudah 25 dapur umum swadaya dan mandiri," ujar Randy Hendrawan di Simpang Empat, Minggu. Ia menambahkan bahwa dapur umum ini berfungsi vital dalam menyediakan makanan siap santap bagi warga yang terdampak bencana atau yang sedang berada di pengungsian.
Inisiatif ini tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Banyak donatur yang secara sukarela mengantarkan nasi bungkus atau berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk diolah di dapur umum, menunjukkan solidaritas yang tinggi.
Advertisement
Advertisement
Dapur umum yang telah beroperasi tersebar di beberapa kecamatan yang terdampak parah oleh banjir dan longsor di Pasaman Barat. Salah satunya adalah satu dapur umum yang dikelola langsung oleh Dinas Sosial, sementara 24 dapur umum lainnya merupakan inisiatif swadaya masyarakat.
Di Kecamatan Ranah Batahan, terdapat enam titik dapur umum, termasuk di Posko Kecamatan, Jorong Silayang, Nagari Batahan Tengah, Jorong Air Napal, Nagari Batahan Barat, Jorong Taming, Nagari Batahan Barat, MAN 6 Silayang, Nagari Batahan Barat, Mulyo Rejo, Nagari Desa Baru, dan Suko Rejo, Nagari Desa Baru Barat. Sebaran ini memastikan cakupan bantuan yang merata.
Selain itu, dapur umum juga berdiri di Kecamatan Sungai Beremas (Kantor Bamus Nagari Air Bangis, Jorong Bungo Tanjung), Kecamatan Koto Balingka (Kulbahri Sukaramai, Nagari Ranah Koto Tinggi), dan Kecamatan Lembah Melintang (Kantor Wali Nagari Koto Sawah, Jorong Koto Sawah Selatan). Kecamatan Gunung Tuleh juga memiliki satu dapur umum di Jorong Muara Sitabu, Nagari Bahoras.
Advertisement
Dua titik dapur umum tersedia di Kecamatan Pasaman, yaitu di TK Cahaya Hati, Jorong Tanjung Pangka Hilia, Nagari Lingkuang Aua Hilia, dan Jorong Labuah Luruih, Nagari Aia Gadang Barat. Kecamatan Sasak Ranah Pasisia memiliki dua dapur umum di Nagari Padang Halaman dan Pasar Sasak Nagari Sasak.
Peningkatan signifikan terlihat di Kecamatan Talamau, di mana jumlah dapur umum bertambah dari empat menjadi sebelas. Lokasinya meliputi Gedung Pusako Anak Nagari, Nagari Talu, Tinggam, kantor Wali Nagari Sinuruik, Jorong Bateh Samuik, tiga titik di Tinggam Sinuruik, Simpang Rimbo Abu Kajai, Jorong Labuah Sariak Kajai, Tabek Sirah, dan Sungai Janiah Talu. Penambahan ini sangat krusial mengingat skala bencana di wilayah tersebut.
Advertisement
Keberadaan dapur umum ini tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah, tetapi juga sangat didukung oleh partisipasi aktif dari masyarakat. Banyak warga dan komunitas yang secara sukarela menyumbangkan tenaga serta bahan makanan untuk diolah di dapur umum.
"Alhamdulillah banyak masyarakat yang ikut menyumbang dan mengantarkan secara sukarela berbagai kebutuhan ke dapur umum. Mudah-mudahan warga terdampak banjir dapat terbantu," kata Randy Hendrawan. Semangat gotong royong ini menjadi pilar utama dalam memastikan kelangsungan operasional dapur umum.
Bantuan yang datang bervariasi, mulai dari bahan mentah yang kemudian dimasak di lokasi, hingga makanan siap santap yang langsung didistribusikan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat umum ini menunjukkan kekuatan dalam menghadapi situasi darurat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews