Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Manggarai Barat (Mabar) menggelar pelatihan intensif bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Warloka Pesisir. Pelatihan ini berfokus pada penyusunan paket wisata yang menarik dan strategi pemasaran digital efektif. Tujuannya adalah untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di desa tersebut.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi) yang telah dicanangkan untuk tahun 2025. Desa Wisata Warloka Pesisir dipilih karena lokasinya yang strategis, memiliki aksesibilitas yang baik, serta tidak jauh dari pusat kota Labuan Bajo. Hal ini disampaikan oleh Marianus Marselus, fasilitator program Fasmadewi, pada Kamis (13/11) di Labuan Bajo.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten seperti Ketua DPD Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi NTT, Oyan Kristian, dan Ketua Pokdarwis Desa Coal, Alfonsius Sumarno Patut. Diharapkan, melalui bimbingan para ahli ini, anggota Pokdarwis dapat mengelola potensi wisata secara lebih profesional. Peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan menjadi prioritas utama dari kegiatan ini.
Advertisement
Advertisement
Anggota Pokdarwis Desa Wisata Warloka Pesisir dilatih secara komprehensif untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola potensi wisata. Pelatihan ini menekankan pentingnya profesionalisme dan kualitas layanan untuk menarik lebih banyak pengunjung. Mereka diajarkan cara menggabungkan berbagai elemen pariwisata, mulai dari transportasi, akomodasi, atraksi, kuliner, hingga budaya lokal.
Marianus Marselus menjelaskan bahwa Pokdarwis dibimbing untuk menyusun paket wisata yang terintegrasi dan menarik. "Mereka buat produk wisata untuk desa wisata, salah satunya yang berhasil mereka buat adalah paket wisata untuk Bukit Anjungan, Camping Ground Situs Batu Meja, snorkeling di Pulau Stroberi, Pasar Barter, Wisata Edukasi Mangrove, sejarah Kampung Nelayan dan atraksi kebudayaan," ujarnya. Ini menunjukkan keberhasilan pelatihan dalam menciptakan produk wisata yang beragam.
Desa Wisata Warloka Pesisir sendiri dinilai memiliki daya tarik wisata yang sangat lengkap. Potensi wisata budaya, daratan, laut, dan sejarahnya dipercaya mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberagaman ini menjadi modal utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Selain fokus pada penyusunan paket wisata, Pokdarwis juga dibekali dengan kemampuan pemasaran digital yang mutakhir. Pelatihan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar melalui berbagai platform media sosial. Kemampuan digital marketing menjadi krusial di era modern ini untuk menarik wisatawan dari berbagai penjuru.
Pelatihan pemasaran digital juga mencakup strategi membangun kemitraan yang kuat dengan agen perjalanan wisata dan hotel. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat promosi dan distribusi paket wisata yang telah disusun. Dengan demikian, Desa Wisata Warloka Pesisir dapat dikenal lebih luas dan menarik lebih banyak kunjungan.
Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kesiapan desa wisata. Program Fasmadewi selama dua tahun terakhir menjadi bukti nyata dukungan Pemkab Mabar. "Kami harapkan melalui program ini penyebaran wisatawan bisa lebih merata di daerah ini, sekaligus menambah lama tinggal wisatawan di sini," kata Stefanus. Data menunjukkan, sejak Januari hingga Oktober 2025, lebih dari 3.000 wisatawan lokal dan nusantara telah mengunjungi berbagai spot di Desa Wisata Warloka Pesisir.
Advertisement
Sumber: AntaraNews