Pemkab Lamongan Perkuat Tanggul Kali Plalangan, Optimalkan Pengendalian Banjir Lamongan

Pemerintah Kabupaten Lamongan memperkuat tanggul Kali Plalangan sebagai langkah strategis dalam upaya pengendalian banjir Lamongan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Lamongan Perkuat Tanggul Kali Plalangan, Optimalkan Pengendalian Banjir Lamongan
Pemerintah Kabupaten Lamongan gencar melakukan penguatan tanggul Kali Plalangan sebagai bagian strategi terintegrasi mengendalikan banjir di wilayah Bengawan Jero, demi masa depan bebas genangan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi bencana banjir dengan memperkuat tanggul Kali Plalangan. Upaya ini merupakan bagian integral dari program pengendalian banjir Lamongan yang terintegrasi, bersinergi dengan pengelolaan sumber daya air nasional.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan bahwa penguatan tanggul ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengendalian Bengawan Jero. Tujuannya adalah agar pengelolaan aliran sungai dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.

Peninjauan langsung oleh Bupati Yuhronur Efendi bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Gatut Bayuaji, pada Jumat lalu, menegaskan komitmen Pemkab Lamongan. Fokus utama adalah revitalisasi aliran sungai hingga jembatan, mengingat Kali Plalangan kerap mengalami kerusakan tanggul.

Kali Plalangan, yang merupakan bagian dari aliran Bengawan Jero, seringkali mengalami kerusakan tanggul akibat sistem pembuangan air ke arah utara yang belum optimal. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam upaya pengendalian banjir Lamongan.

Oleh karena itu, revitalisasi aliran sungai hingga jembatan menjadi prioritas utama dalam proyek penguatan ini. Selain memperkuat tanggul, pekerjaan juga mencakup penguatan alur sungai hingga ke arah hulu.

Langkah ini diharapkan mampu memperlancar pembuangan air dari wilayah selatan menuju utara. Dengan demikian, debit air yang mengalir di Kali Plalangan dapat dikelola dengan lebih baik, mengurangi risiko terjadinya genangan dan banjir.

Pemerintah daerah setempat terus mendorong penyelesaian sistem pengendalian air secara terintegrasi melalui sinergi erat dengan BBWS Bengawan Solo. Kolaborasi ini krusial untuk memastikan penanganan banjir dapat dilakukan secara komprehensif.

Berbagai kajian teknis telah dan akan terus dilakukan untuk mencari alternatif saluran pembuangan air. Tujuan utamanya adalah mengurangi beban debit air yang masuk ke Bengawan Jero, sehingga sistem drainase bekerja lebih efisien.

Hasil dari penanganan dan evaluasi penguatan Kali Plalangan ini nantinya akan dilaporkan kepada pemerintah pusat. Laporan ini berfungsi sebagai bahan dukungan program serta penguatan kebijakan pengendalian banjir nasional, menunjukkan Lamongan sebagai contoh upaya mitigasi yang efektif.

Upaya teknis yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan aktif dari masyarakat. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi secara khusus mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan sungai.

Pencegahan penumpukan sampah dan eceng gondok di aliran sungai menjadi sangat penting. Material-material ini dapat menghambat aliran air, memperparah kondisi saat musim hujan tiba, dan menggagalkan upaya pengendalian banjir Lamongan yang telah dilakukan.

Secara keseluruhan, upaya penguatan tanggul dan revitalisasi Kali Plalangan ini diharapkan mampu menekan potensi banjir secara signifikan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko genangan air, terutama saat musim hujan tiba, demi kesejahteraan masyarakat Lamongan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi