Pemkab Kukar Gelar Festival Produk Daur Ulang, Dorong Kampanye 3R Sampah untuk Kesadaran Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sukses menggelar Festival Produk Daur Ulang di Tenggarong, mengkampanyekan 3R sampah. Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan potensi dan keindahan produk dari sampah yang bernilai.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Kukar Gelar Festival Produk Daur Ulang, Dorong Kampanye 3R Sampah untuk Kesadaran Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Festival Produk Daur Ulang untuk menggalakkan Kampanye 3R Kukar, mengubah sampah menjadi karya bernilai dan mendorong kesadaran lingkungan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, baru-baru ini sukses menyelenggarakan Festival Produk Daur Ulang. Acara ini menjadi wadah utama untuk mengkampanyekan pendekatan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, dalam pengelolaan sampah.

Festival yang digelar di Taman Tanjong, Tenggarong, ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat. Melalui pameran produk, publik diajak melihat langsung keindahan serta nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari sampah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kukar, Sunggono, menegaskan pentingnya inisiatif ini. Menurutnya, kampanye ini krusial untuk membangun kesadaran kolektif dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayah Kukar.

Pentingnya Pendekatan 3R dalam Pengelolaan Sampah

Sunggono menjelaskan bahwa kunci utama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah pendekatan 3R. Konsep ini menjadi fondasi penting untuk mengatasi permasalahan sampah yang terus meningkat.

Tujuan utama dari pendekatan 3R adalah untuk meminimalkan timbunan sampah, menghemat sumber daya alam yang terbatas, dan secara signifikan mengurangi kerusakan lingkungan. Hal ini dilakukan melalui tiga cara utama.

Pertama adalah mengurangi penggunaan barang sekali pakai, kemudian memakai ulang barang yang masih bisa digunakan, dan terakhir mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Sunggono berharap kampanye dan gerakan masif dari para penggiat daur ulang sampah ini akan diikuti oleh lebih banyak masyarakat. Dengan demikian, akan tercipta gerakan bersama seluruh komponen masyarakat untuk membangun kesadaran dan kepedulian dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.

Edukasi dan Pelatihan Daur Ulang di Kukar

Ketua Panitia Pelaksana Festival Produk Daur Ulang, Henny Amiruddin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pelatihan daur ulang sampah kepada masyarakat dan berbagai komunitas selama hampir sembilan tahun. Upaya ini konsisten dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.

Pada tahun 2023, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kukar mendampingi pelatihan di beberapa kecamatan, seperti Kota Bangun Darat, Muara Muntai, Kembang Janggut, Muara Wis, dan Tenggarong. Total peserta yang tercatat mencapai 1.632 orang, menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Sebagian besar peserta tersebut kemudian bergabung ke komunitas Pegiat Daur Ulang yang hingga kini masih aktif, baik dalam berproduksi maupun memberikan pelatihan bagi siapa pun yang berminat. Henny menambahkan bahwa mereka mendapat dukungan luar biasa dari berbagai dinas, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kukar.

Dalam bulan ini, pihaknya juga telah melakukan pelatihan di Kecamatan Sebulu, tepatnya di Desa Beloro yang diikuti 72 orang, Desa Sebulu Modern 45 orang, dan Desa Mekar Jaya 35 orang. Pelatihan juga menjangkau Desa Sebulu Ulu dan Ilir, serta Desa Selerong, melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

Para penggiat daur ulang sampah terdiri dari sekolah, murid, guru, dan masyarakat umum. Henny menekankan, “Kami terus bergerak, berkarya, dan mengedukasi. Gerakan ini harus terus bergerak, jangan setop, karena penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama.”

Keindahan Produk Daur Ulang dan Dampaknya

Dalam kesempatan festival tersebut, Sekda Sunggono bersama rombongan dan perwakilan sejumlah instansi terkait berkeliling ke semua gerai pameran aneka produk dari sampah. Sunggono secara langsung mengamati berbagai hasil karya.

Bahkan, Sunggono menyatakan kekagumannya terhadap keindahan produk yang dipamerkan, seperti kotak tisu, aneka pot bunga, tas, dan sejumlah hiasan cantik. Produk-produk ini sebelumnya adalah sampah yang tidak bernilai, kini diubah menjadi barang yang fungsional dan estetis.

Pameran ini secara efektif menunjukkan bagaimana sampah dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi. Hal ini sejalan dengan tujuan festival untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi