Pemkab dan Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana Angin Kencang

Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Baznas setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana angin kencang, dengan prioritas pada kerusakan parah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab dan Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana Angin Kencang
Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Baznas setempat bergerak cepat menyalurkan bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak bencana angin kencang, dengan prioritas pada kerusakan parah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat telah memulai upaya perbaikan rumah warga. Bantuan ini ditujukan bagi korban bencana angin kencang yang melanda wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.

Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, menyatakan bahwa bantuan perbaikan rumah ini diprioritaskan untuk kerusakan parah. Hal ini guna memastikan penanganan cepat bagi mereka yang paling membutuhkan.

Langkah tanggap darurat ini diambil setelah tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep melakukan pendataan. Pendataan tersebut menunjukkan adanya kerusakan signifikan di beberapa kecamatan.

Bencana angin kencang disertai hujan deras telah menyebabkan kerusakan pada setidaknya 24 unit bangunan di Sumenep. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Rubaru.

Selain bangunan, sejumlah pohon juga tumbang dan menimpa permukiman warga, seperti di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken. Sebuah rumah di Dusun Batu-Batu, Desa Pabean, Kecamatan Arjasa, bahkan tertimpa pohon kelapa.

Melihat kondisi ini, Pemkab Sumenep dan Baznas berkoordinasi erat untuk menyalurkan bantuan. Fokus utama adalah pada rumah yang mengalami kerusakan paling parah agar segera dapat dihuni kembali.

Wakil Bupati Imam Hasyim menegaskan bahwa prioritas bantuan perbaikan rumah Sumenep saat ini adalah untuk kerusakan parah. Sementara itu, untuk kerusakan sedang dan ringan, akan diupayakan menggunakan dana desa yang tersedia.

Sebelumnya, Pemkab Sumenep melalui BPBD telah menetapkan status siaga bencana di daerah tersebut. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan.

Dari total 334 desa/kelurahan di Sumenep, sebanyak 162 di antaranya masuk kategori rawan bencana. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian khusus dan kesiapsiagaan dari pemerintah serta masyarakat.

KH Imam Hasyim menjelaskan bahwa jenis bencana yang rawan terjadi meliputi angin kencang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Pemetaan kerawanan menunjukkan 18 desa rawan tinggi, 58 desa rawan sedang, dan 86 desa rawan rendah.

Untuk mengantisipasi dan menekan risiko, Pemkab Sumenep telah membentuk tim khusus. Tim ini bertugas melakukan pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk apabila bencana terjadi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi