Pemilik KMP Tunu Pratama Minta Maaf Usai Tragedi Maut di Selat Bali Tewaskan 6 Orang

Sebagai operator pelayaran, dia menyadari bahwa keamanan dan keselamatan pelayaran tersebut menjadi tanggung jawab utama pihak perusahaan pelayaran.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Pemilik KMP Tunu Pratama Minta Maaf Usai Tragedi Maut di Selat Bali Tewaskan 6 Orang
Tim SAR gabungan melakukan operasi SAR tengggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, Gilimanuk, Jembrana, Bali, Jumat (4/7/2025). (AP & AFP)

Manajemen KMP Tunu Pratama Jaya, PT Raputra Jaya, menyampaikan permohonan maaf atas kecelakaan laut yang mengakibatkan enam penumpang meninggal dan 29 korban hingga saat ini masih dinyatakan hilang.

"Kami sampaikan berbela sungkawa kepada seluruh keluarga korban, dan kami mendoakan korban mendapatkan tempat yang terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," kata perwakilan manajemen PT Raputra Jaya, Uliluddin di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/7) malam.

Sebagai operator pelayaran, dia menyadari bahwa keamanan dan keselamatan pelayaran tersebut menjadi tanggung jawab utama pihak perusahaan pelayaran.

Untuk itu, sejak kejadian, pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Basarnas, KSOP, dan ASDP sebagai operator Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk serta pemangku kepentingan lainnya.

"Komitmen kami adalah memberikan pendampingan keluarga korban dan membantu semaksimal mungkin," kata dia, dikutip dari Antara.

Beri Santunan

Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan pelayaran, manajemen KMP Tunu Pratama Jaya telah memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, pada Jumat (4/7).

Dia menjelaskan ke depan perusahaan pelayaran tersebut akan melakukan evaluasi dari aspek keselamatan pelayaran, sistem operasional, kesiapan awak kapal, serta kondisi teknis armada.

"Langkah-langkah ini sebagai komitmen agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini," ujarnya.

KMP Tunu Pratama Jaya yang mengangkut 53 penumpang dan 12 anak buah kapal atau kru serta 22 kendaraan tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7), sekitar pukul 23.35 WIB.

Hingga saat ini, jumlah korban ditemukan selamat 30 orang, enam orang ditemukan meninggal, dan 29 orang korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Detik-Detik KMP Tunu Pratama Tenggelam

Polisi mengungkapkan detik-detik KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam setelah berlayar 25 menit dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk Bali. Petugas mendapat laporan bahwa kapal mengalami masalah di ruang mesin dan terbalik.

Petugas juga mendengar suara teriakan minta tolong saat kapal mulai terbalik dan hanyut terbawa arus Selat Bali

"Pada pukul 00.16 WITA, KMP. Tunu Pratama Jaya ketika berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, terdengar informasi di channel 17 untuk KMP Tunu Pratama Jaya meminta tolong dan mengalami kebocoran mesin kapal," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, Kamis (3/7).

Pukul 00.19 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami black out dan sekitar pukul 00.22 WITA, KMP. Tunu Pratama Jaya 3888 dengan posisi akan mengejar dan membantu KMP.

Ariasandy menyebut, KMP Tunu Pratama Jaya menginfokan ke Local Port Service (LPS) Gilimanuk bahwa untuk kapal sudah terbalik dan hanyut ke arah selatan dengan titik koordinat 08°09.371', 114°25, 1569.

KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan membawa sebanyak 53 orang penumpang dan 12 kru kapal.

Rekomendasi