Pemerintah pusat mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Sumatra Utara. Lima daerah terdampak, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta Kota Sibolga dan Kabupaten Humbang Hasundutan, ditetapkan sebagai prioritas utama dalam penanganan saat ini.
Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana, Tito Karnavian, saat memimpin rapat koordinasi di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (12/1). Ia menekankan perlunya perhatian khusus pada perbaikan infrastruktur jalan, sekolah, serta pembersihan area persawahan dari lumpur.
"Ini menjadi prioritas, termasuk normalisasi sungai yang terdampak sedimen daerah aliran sungai (DAS). Pembersihan lumpur di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga juga sangat mendesak," ujar Tito yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.
Advertisement
Tito meminta para kepala daerah segera merampungkan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat. Data tersebut nantinya akan diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk proses pencairan bantuan.
"Warga dengan kerusakan rumah kategori ringan akan mendapatkan bantuan Rp15 juta, sedangkan kategori sedang Rp30 juta. Tujuannya agar mereka bisa segera keluar dari tenda pengungsian dan memiliki dana untuk pembersihan," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyalurkan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga.
Advertisement
Dana ini diberikan selama tiga bulan kepada warga yang rumahnya rusak berat dan memilih tinggal bersama kerabat.
Mengenai hunian, Suharyanto memerinci bahwa saat ini terdapat 40 unit hunian sementara di Tapanuli Utara, 209 unit di Tapanuli Tengah, dan 802 unit di Tapanuli Selatan.
"Untuk hunian tetap (huntap) di seluruh Sumut ditargetkan akan dibangun sebanyak 5.951 unit. Saat ini pengerjaan sudah berjalan sekitar 20 persen. Kami menargetkan akhir Januari atau paling lambat sebelum Ramadan, warga sudah bisa menempati huntap tersebut," katanya.