Pemerintah Pastikan Bakal Pantau Kegiatan PTM di Sekolah

Senin, 14 Juni 2021 14:32 Reporter : Supriatin
Pemerintah Pastikan Bakal Pantau Kegiatan PTM di Sekolah Belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito memastikan pemerintah pusat akan memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. PTM direncanakan mulai diterapkan pada Juli 2021.

"Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan pendidikan tatap muka berdasarkan pedoman yang telah disusun," katanya kepada merdeka.com, Senin (14/6).

Wiku mengatakan sebelum PTM dimulai, pengelola pendidikan harus melakukan simulasi terlebih dahulu. Pada tahapan simulasi, pengelola pendidikan menyampaikan bagaimana proses belajar selama PTM dan protokol kesehatan.

"Pemerintah terus mengimbau pemerintah daerah masing-masing untuk melakukannya secara hati-hati," ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra meminta pemerintah tidak gegabah membuka sekolah tatap muka. Dia mengingatkan, membuka kembali aktivitas belajar tatap muka di tengah lonjakan kasus Covid-19 sangat berisiko.

"Seharusnya pemerintah tetap bijaksana, jangan sampai gegabah membuka sekolah. Dulu sudah diingatkan, justru pada bulan Juli kasus begitu tinggi. Jadi kalau sekolah sudah dibuka sebenarnya itu sangat berisiko dan hanya mengulangi kesalahan," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (14/6).

Menurut Hermawan, pemerintah sebetulnya belum siap melaksanakan sekolah tatap muka. Terlihat dari tenaga pendidik belum divaksin Covid-19 seluruhnya.

Data Minggu (13/6), baru 22,16 persen tenaga pendidik yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 lengkap dari target 5.000.000 orang. Vaksinasi lengkap yang dimaksud sudah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis satu dan dua.

"Vaksin untuk semua tenaga pendidik saja belum, apalagi murid. Jadi sangat riskan untuk sekolah-sekolah dibuka secara langsung," ucapnya.

Hermawan menambahkan, di tengah lonjakan kasus Covid-19, sekolah tatap muka belum bisa diterapkan di sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Siswa tingkat SD dan SMP masih sulit dikendalikan saat mengikuti pembelajaran tatap muka dalam ruangan.

"Kalau usia SD, SMP itu masih susah diatur. Perilaku anak-anak kan cenderung bermain, berkumpul. Kalau pun memang dibuka paling yang bisa diatur, direkayasa itu perguruan tinggi," ujarnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini