DPRD Kota Yogyakarta mendesak pemerintah pusat untuk segera menambah alokasi vaksin Covid-19 untuk masyarakat di kota itu. Penambahan jatah ini diharapkan terealisasi agar sejalan dengan tingginya antusiasme warga menjalani vaksinasi.
"Warga sekarang sangat antusias. Kepercayaan ini harus dijaga dengan menjamin kebutuhan vaksin untuk semua kalangan," ujar Anggota Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta, Nurcahyo Nugroho, Jumat (30/7).
Nurcahyo menuturkan, Pemkot Yogyakarta sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait vaksin Covid-19. Mereka meminta tambahan 100 ribu dosis.
Tambahan itu, lanjut Nurcahyo, merupakan upaya mendukung Program Merdeka Vaksin yang sedang digencarkan Pemkot Yogyakarta. Tujuannya untuk merealisasikan herd immunity atau kekebalan komunal mulai 17 Agustus 2021 mendatang.
"Katanya kan pemerintah pusat janji, siap memberikan tambahan 100 ribu dosis untuk Kota Yogyakarta. Saat ini, Pemkot berusaha mengejar targetnya, lewat Program Merdeka Vaksin itu," papar Nurcahyo
"Vaksinasi digelar, selain reguler di rumah sakit, klinik, puskesmas, juga di sentra vaksinasi, sekolah, serta yang berbasis kecamatan. Makanya, melihat stoknya, jangan sampai kehabisan," imbuh Nurcahyo.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani menyampaikan, stok vaksin hingga saat ini masih cukup aman.
"Masih 30 ribu dosis yang di gudang. Yang di faskes, ada sekitar 20 ribuan, untuk yang reguler itu di 13 RS, 3 klinik, dan 18 puskesmas," jelas Emma.
Untuk memastikan ketersediaan vaksin, pihaknya pun menjalin koordinasi dengan Kementerian Kesehatan supaya memberikan alokasi tambahan agar Program Merdeka Vaksin bergulir lancar.
"Kita berusaha terus, ya, minta ke pusat. Pak Wali Kota sendiri yang turun tangan, telepon ke Menteri Kesehatan, maupun ke Dirjen. Kita langsung koordinasi dengan pusat. Jadi, kita minta buffer-nya pusat, bukan provinsi. Terakhir itu, kita minta tambah 100 ribu," ucap Emma.