Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Bakal Siapkan Standarisasi Harga Tes Swab

Pemerintah Bakal Siapkan Standarisasi Harga Tes Swab Swab test Covid-19 gratis di Tangsel. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pemerintah akan menyiapkan standarisasi harga tes usap (swab test). Mengingat masih ada rumah sakit swasta yang menerapkan harga yang mahal.

Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi mengatakan, masih ada rumah sakit swasta yang menetapkan harga Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta untuk melakukan tes usap. Kepala BNPB dan Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo akan memberikan masukan mengenai standarisasi harga tes usap kepada Menkes Terawan Agus Putranto.

"Saat ini kita sedang siapkan standar biaya untuk rumah sakit swasta kami sedang bekerja siapkan itu jadi mungkin nanti kepala BNPB akan berikan saran ke Menkes mungkin plafon maksimalnya sekian," kata Dody ketika rapat di Komisi VIII DPR RI, Rabu (9/9).

Dia mengakui, rumah sakit swasta menarik harga mahal karena demi keuntungan. BNPB tengah mengkaji masalah standarisasi harga ini. Menurut perhitungan BNPB, seharusnya harga tes usap paling tinggi sebesar Rp 500 ribu.

BNPB mengusahakan agar rumah sakit swasta memberlakukan standar tersebut dan hanya mengambil margin keuntungan dengan batas wajar.

"Kajian itu sudah berjalan. Kami sudah punya baseline harga sebenarnya di bawah Rp500 ribu. Kalau diberlakukan di RS swasta tinggal ditambah margin keuntungan yang wajar," ujar Dody.

Sementara itu, dia mengungkapkan, pemerintah telah menambah kemampuan pemeriksaan Covid-19. Saat ini sudah ada 300 lab untuk pemeriksaan yang peralatannya didukung BNPB dan pemerintah.

"Sebagian ini yang dibantu adalah rumah sakit ataupun lab pemerintah, kemenkes, labkesda, atau lab di RS pemerintah atau RSUD," terangnya.

Sehingga, untuk pemeriksaan lab ini seharusnya sudah gratis. BNPB juga memberlakukan skema bantuan berupa pemberian peralatan PCR dan mesin ekstraksi otomatis. Serta ada perusahaan yang dibantu untuk penyediaan jasa testing. Menurut Dody hal ini mendorong meningkatnya kemampuan testing yang menyebabkan pula meningkat jumlah deteksi kasus positif.

"Kami juga bantu penyediaan jasa testing, ada lima perusahaan yang kami bantu perbesar kapasitas lab itu. Biayanya kami bayar. Ini sudah terselenggara," tutup Dody.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP