Advertisement
Polresta Bogor Kota menangkap pelaku pembunuhan terhadap mahasiswi yang ditemukan tewas tanpa busana di Apartemen Bogor Icon, Kota Bogor, Senin (11/12). Pelaku merupakan mantan pacar korban.
"Kita segera gelar perkara. Yang pasti pelaku sudah kita amankan," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Rizka Fadhila, Selasa (12/12).
Berdasarkan informasi dihimpun, tersangka pelaku berinisial D. Dia merupakan mantan pacar korban.
Sementara korban tersebut bernama Nindi Putri Ma'rifa (20), warga Kampung Cilengkong, Desa/Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Dia dilaporkan hilang sekitar 4 hari lalu . Terakhir kali Nindi berpamitan untuk berpamitan kuliah mengenakan seragam Wijaya Husada serta mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi F 4890 FHG.
Advertisement
Diberitakan sebelumnya, Nindi ditemukan tewas di Apartemen Bogor Icon Bukit Cimanggu City (BCC), Kelurahan Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (11/12). Diduga perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Rizka Fadhila menyebut, hasil pemeriksaan fisik sementara, terdapat beberapa luka terbuka pada bagian tubuh perempuan itu.
"Hasil pemeriksaan fisik sementara kita indikasikan kemungkinan pembunuhan karena terdapat luka terbuka pada beberapa bagian tubuh. Di punggung tangan dan sekitarnya," kata Rizka.
Meski begitu, jenazah perempuan tersebut dalam keadaan utuh. Kepolisian pun masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui terduga pelaku pembunuhan tersebut.
"Kita masih periksa lebih mendalam dengan memeriksa saksi dan pihak-pihak terkait. Sementara TKP kita pasang garis polisi,“ kata Rizka.
Advertisement
Diketahui, perempuan tersebut ditemukan tewas dalam kamar di lantai 6 Apartemen Bogor Icon. Kepolisian mengevakuasi jasad perempuan tersebut sekitar pukul 13.30 hingga pukul 16.45 WIB.
Rizka menyebut, korban masuk apartemen pada 7 Desember 2024 sekitar pukul 23.00 WIB.
Ayah Nindi, Asep Mujahidin (55) yang membenarkan bahwa, perempuan tewas itu adalah putrinya.
"Itu anak saya. Mudah-mudahan diterima di sisi Allah," kata Asep di Mapolresta Bogor Kota, Selasa (12/12) dini hari.
Asep yang masih syok pun tidak bisa banyak memberi keterangan kepada awak media.
Asep datang ke Mapolresta Bogor Kota ditemani Kepala Desa Pamijahan Abie Kusnadi.
Advertisement
Abie memaparkan korban dam pelaku berpacaran sejak kelas 3 SMA, meski hubungan mereka kerap putus nyambung.
"Itu pengakuan dari teman korban. Mereka sering cekcok bahkan pernah ditampar oleh pelaku," kata Abie.