Pemakaman Pratu Marinir Febry di Bandar Lampung Diiringi Tembakan Salvo, Gugur dalam Peristiwa Longsor Cisarua Bandung

Pemakaman dilaksanakan dengan cara militer, diiringi tembakan salvo sebagai penghormatan terakhir terhadap jasa-jasa almarhum.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
Pemakaman Pratu Marinir Febry di Bandar Lampung Diiringi Tembakan Salvo, Gugur dalam Peristiwa Longsor Cisarua Bandung
Pratu Marinir Febry Bramatio dimakamkan di Bandar Lampung. (Liputan6.com /Ardi Munthe). (© 2026 Liputan6.com)

Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Pratu Marinir Febry Bramatio yang berlokasi di Jalan Samratulangi Nomor 192, Kelurahan Gedung Air, Tanjungkarang Barat pada Rabu (28/1/2026). Prajurit dari Batalyon 9 Marinir tersebut dimakamkan di Bandar Lampung setelah kehilangan nyawa akibat bencana tanah longsor yang terjadi di Bandung Barat.

Jenazah Pratu Mar Febry Bramatio tiba di rumah duka sekitar pukul 12.05 WIB menggunakan ambulans TNI AL yang dikawal oleh satuannya. Kehadiran almarhum disambut dengan tangisan haru dari keluarga, kerabat, serta rekan-rekan prajurit yang telah menunggu sejak siang hari.

Sesampainya di rumah duka, jenazah langsung disalatkan, dan keluarga diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum almarhum dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gang Jeruk, Gedung Air.

Prosesi pemakaman dilaksanakan dengan cara militer, disertai tembakan salvo sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum. Hariyanto, paman dari almarhum, mengenang Febry sebagai sosok yang ramah dan dekat dengan keluarga serta masyarakat sekitar.

"Dia sangat baik dengan keluarganya, orangnya supel, mudah bergaul. Teman-temannya juga banyak yang datang melayat, tidak putus-putus," ungkap Hariyanto.

Doa Bersama dan Tahlilan

Keluarga Febry merasakan kekhawatiran yang mendalam setelah mendengar berita bahwa Febry menjadi korban dari bencana longsor. Mereka pun melaksanakan doa bersama, yasinan, dan tahlilan dengan harapan agar Febry segera ditemukan.

"Sampai akhirnya kabar duka itu datang langsung dari kesatuannya. Ya, kami menerima ini sebagai takdir," ungkap salah satu anggota keluarga. Menurut Hariyanto, almarhum masih lajang, tetapi Febry diketahui memiliki seorang kekasih dan telah merencanakan pernikahan.

"Pacarnya orang Bandung. Memang sudah ada rencana ke arah sana," tambahnya.

Komunikasi terakhir yang dilakukan Febry dengan keluarganya terjadi pada awal Januari 2026, ketika ia masih menjalani penempatan tugas. Keluarga menerima informasi mengenai musibah yang menimpa Febry dari kesatuan TNI AL, yang menyatakan bahwa Febry berada di lokasi yang terkena longsor di kawasan Cisarua, Lembang.

Situasi ini tentu sangat menyedihkan bagi keluarga, yang kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan orang yang mereka cintai.

Gugur di Peristiwa Tanah Longsor Cisarua Bandung

Pratu Mar Febry Bramatio adalah salah satu dari 23 anggota Marinir yang menjadi korban dalam insiden tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tragis ini berlangsung pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut selama berjam-jam, yang menyebabkan terjadinya runtuhan tanah.

Empat anggota Marinir yang berasal dari Provinsi Lampung telah berhasil ditemukan. Masing-masing dari mereka terdiri dari satu personel yang berasal dari Lampung Timur, dua orang dari Lampung Utara, dan satu lainnya dari Kota Bandar Lampung. Kejadian ini menambah duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan yang ditinggalkan, serta menjadi pengingat akan bahaya yang dihadapi oleh para prajurit dalam menjalankan tugas mereka.

Rekomendasi