Pemahaman keliru teroris, lakukan bom bunuh diri masuk surga
Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, ada kelompok-kelompok Islam yang menggunakan Surat Ali Imron ayat 195 sebagai legitimasi atas aksi-aksi mereka dalam di dalam melakukan bom bunuh diri dan membunuh orang lain.
"Barang siapa keluar dari rumah, membunuh atau dibunuh maka dosanya akan diampuni dan masuk surga. Keluar dari rumah, ngebom, mati dan orang lain mati, masuk surga," kata Kiai Said saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Command Center dan Peluncuran Smart Card Nusantara di Lantai 8 Gedung PBNU, Senin (22/5). Seperti dilansir NU online.
Menurut Kiai Said, konteks ayat ini turun pada saat terjadi perang khandak atau perang parit di Madinah. Perang dimana Nabi Muhammad SAW dan umat Islam dikeroyok oleh kaum kafir. Lalu, Nabi Muhammad SAW membuat parit untuk membendung musuh agar tidak bisa memasuki Kota Madinah.
"Ini ayat turunnya pas perang khandak atau perang parit," jelasnya.
Namun demikian, Nabi Muhammad SAW dan umat Islam masih bisa dikeroyok dan diserang musuh. "Nabi memberi motivasi kepada masyarakat Madinah. Majulah, hidup atau mati, membunuh atau dibunuh, (imbalannya) surga," urai Kiai Said.
Maka dari itu, Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah itu mengatakan, tidak cukup membaca terjemahan Alquran. Mereka juga harus memahami tentang sebab-sebab turunnya sebuah ayat dan untuk mempelajari itu tidak cukup belajar hanya dalam waktu yang singkat.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya