Pecahkan Rekor! Janice Tjen Tembus Top 100 WTA, Petenis Putri Indonesia Pertama di Grand Slam Sejak 2004
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mencetak sejarah dengan menembus Top 100 WTA, pencapaian tertinggi dalam karirnya. Simak perjalanan gemilang Janice Tjen!
Petenis putri kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, berhasil menorehkan tinta emas dalam sejarah tenis nasional. Ia secara resmi masuk dalam jajaran Top 100 peringkat WTA, sebuah pencapaian tertinggi dalam perjalanan karir profesionalnya.
Pengumuman ini datang setelah Janice Tjen menunjukkan performa luar biasa dalam ajang WTA 125 Suzhou di China, yang menjadi panggung bagi kenaikan peringkatnya. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menandai era baru bagi tenis putri Indonesia di kancah internasional.
Menurut peringkat WTA yang dirilis pada Senin (7/10), Janice Tjen kini menduduki peringkat ke-99 dunia. Petenis kelahiran Jakarta berusia 23 tahun ini mencatatkan rekor menang/kalah yang impresif, yaitu 67 kemenangan berbanding 14 kekalahan.
Perjalanan Gemilang Janice Tjen Menuju Puncak
Pencapaian Janice Tjen menembus Top 100 WTA merupakan hasil dari serangkaian penampilan konsisten dan gemilang di berbagai turnamen. Di ajang WTA 125 Suzhou, ia tidak hanya berhasil lolos ke babak utama tunggal, tetapi juga merebut gelar ganda.
Janice Tjen sukses meraih gelar ganda di Suzhou bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi, yang turut menambah daftar prestasinya. Kenaikan peringkat juga terjadi di sektor ganda, di mana ia kini berada di posisi ke-155, tertinggi dalam karirnya, dengan catatan menang/kalah 58/23.
Sebelumnya, Janice Tjen juga menunjukkan kualitasnya di WTA 1000 China Open. Meskipun terhenti di babak pertama, ia berhasil melompat satu peringkat ke posisi 102 dunia berkat kemenangan di babak kualifikasi, menunjukkan progres yang stabil.
Debut Grand Slam dan Sejarah yang Terukir
Perjalanan Janice Tjen sebelumnya di tur Asia dan debut WTA di Sao Paulo, Brasil, juga menjadi fondasi penting bagi kesuksesannya. Pada turnamen berlevel WTA 250 di Sao Paulo, ia berhasil menjadi runner-up, yang membuat peringkatnya melesat dari 130 ke 103 dunia.
Momen paling bersejarah bagi Janice Tjen adalah debutnya di Grand Slam, US Open. Ia tampil memukau dengan kemenangan babak pertama atas Veronika Kudermetova, setelah tidak pernah kalah set dalam tiga pertandingan babak kualifikasi.
Debut ini mencatatkan sejarah bagi tenis Indonesia, mengakhiri penantian panjang akan kehadiran petenis tunggal putri di Grand Slam. Terakhir kali Indonesia diwakili oleh Angelique Widjaja pada US Open 2004, menjadikan Janice Tjen penerus yang membanggakan.
Menurut catatan WTA, sebelum tiba di New York untuk kualifikasi US Open, Janice Tjen telah memenangi 45 dari 50 pertandingan profesional terakhirnya. Selama periode tersebut, ia mencapai sembilan final ITF, memenangi enam gelar, dan naik lebih dari 200 peringkat, dari 371 ke 149 dunia.
Sumber: AntaraNews