PDIP Soroti Perbaikan Jembatan Pascabencana Sumatra: Terus Aliran Sungainya? Kalau Tidak Diarahkan akan Merusak Kemana-mana

Lasarus menyebut penanganan pascabencana bukan hal mudah. Selain jalan dan jembatan, pemerintah juga harus memikirkan aliran sungai yang sudah rusak.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
PDIP Soroti Perbaikan Jembatan Pascabencana Sumatra: Terus Aliran Sungainya? Kalau Tidak Diarahkan akan Merusak Kemana-mana
PDIP Soroti Perbaikan Jembatan Pascabencana Sumatra: Terus Aliran Sungainya? Kalau Tidak Diarahkan akan Merusak Kemana-mana (Merdeka.com)

Ketua Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Lasarus mendesak pemerintah benar-benar matang dalam melakukan perbaikan infrastruktur pascabencana yang terjadi di Sumatra.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja bersama dengan mitra kerja Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).

"Pak Menteri, kalau jalannya rusak kita perbaiki jalannya, perbaiki jembatannya, tapi lingkungan jalan dan lingkungan jembatan itu berada, itu kapan pun bisa merusak jalan itu kembali kalau tidak ditangani," kata Lasarus dalam rapat.

"Oleh karenanya, penanganan ini bukan perkara gampang, Pak. Jadi jalannya rusak bukan jalannya saja diperbaiki. Masih ada kemungkinan longsor di sekitarnya," sambungnya.

Selain itu, Lasarus turut menyoroti soal aliran sungai yang kini sudah mengalami pendangkalan atau bahkan telah rata dengan permukaan tanah.

"Kemudian sungai, saya sendiri sudah pergi ke sana. Sungai yang jembatannya 100 meter lebih itu sudah tidak ada lagi sungainya, Pak. Sudah rata dengan permukaan tanah. Air mengalir ke mana-mana," ujarnya.

Dorong Perhatikan Aliran Sungai

Menurutnya, jika hanya jembatan saja yang dilakukan perbaikan. Pemerintah juga diminta untuk memperhatikan aliran sungai tersebut.

"Kalau hanya diperbaiki jembatannya saja, terus saluran sungainya bagaimana? Alur sungai ini harus diarahkan, Pak. Kalau alur air ini tidak diarahkan, dia akan merusak ke mana-mana tempat," ucapnya.

Penanganan Komprehensif

Menurutnya, penanganan ini harus secara komprehensif, terencana. Dan Komisi V juga memastikan segalanya dilakukan secara terukur.

"Kalau segalanya terukur, kita bisa ukur dari sisi waktu, kita bisa ukur dari sisi kebutuhan pembiayaan yang diperlukan. Karena kita bukan hanya ngurus bencana saja, Pak Menteri. Di sisi lain akan timbul bencana baru kalau posisi, kondisi infrastruktur kita yang ada ini tidak kita pertahankan," pungkasnya.

Rekomendasi