Paul Munster: Absennya Mauricio Souza Bukan Keuntungan bagi Bhayangkara FC Lawan Persija Jakarta di BRI Super League

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menegaskan absennya Mauricio Souza tidak menjadi keuntungan saat timnya menghadapi Persija Jakarta di BRI Super League, justru menjadi tantangan menarik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Paul Munster: Absennya Mauricio Souza Bukan Keuntungan bagi Bhayangkara FC Lawan Persija Jakarta di BRI Super League
Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menegaskan bahwa absennya Mauricio Souza, arsitek Persija Jakarta, bukan keuntungan bagi timnya dalam laga BRI Super League yang akan datang. (AntaraNews)

Pertandingan sengit BRI Super League akan tersaji pada Senin (29/12) antara Bhayangkara FC dan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga ini diprediksi akan berjalan ketat mengingat kedua tim memiliki ambisi masing-masing dalam kompetisi.

Namun, sorotan tertuju pada absennya pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, yang tidak dapat mendampingi timnya karena skors akumulasi kartu kuning. Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah akan memberikan keuntungan bagi Bhayangkara FC.

Menanggapi hal tersebut, pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, dengan tegas menyatakan bahwa absennya arsitek tim Macan Kemayoran itu bukanlah sebuah keuntungan bagi skuadnya. Ia memiliki pandangan berbeda berdasarkan pengalamannya sendiri di dunia sepak bola.

Paul Munster Tegaskan Absennya Pelatih Lawan Bukan Keuntungan

Paul Munster, pelatih Bhayangkara FC, memberikan pandangan lugas mengenai absennya Mauricio Souza dari bangku cadangan Persija Jakarta. Menurut Munster, situasi tersebut tidak serta-merta menjadi keuntungan bagi timnya dalam laga krusial ini.

"Bukan (keuntungan bagi kami)," kata Munster dalam jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu. Ia menambahkan bahwa dirinya pernah mengalami hal serupa, di mana timnya tetap meraih kemenangan meskipun ia tidak mendampingi di pinggir lapangan.

Pelatih asal Irlandia Utara ini menekankan bahwa faktor terpenting dalam pertandingan Bhayangkara FC Persija Jakarta adalah performa para pemain di lapangan. "Hal terpenting adalah para pemain di lapangan. Itulah yang terpenting. Saya dan pelatih lainnya, akan memiliki strategi-strategi, namun saat Anda menuju lapangan, Anda perlu percaya kepada para pemain Anda,” jelasnya.

Keyakinan pada kemampuan individu dan kolektif pemain menjadi kunci utama, melebihi kehadiran pelatih di sisi lapangan. Ini menunjukkan mentalitas kompetitif yang dimiliki Munster dan timnya.

Pengalaman di GBK dan Kualitas Persija Jakarta Jadi Tantangan

Stadion Utama Gelora Bung Karno bukan tempat asing bagi Paul Munster. Ia memiliki pengalaman melatih di stadion megah ini, termasuk saat masih menangani timnas Vanuatu pada tahun 2019.

"Saya mengalaminya pada 2019, 5 tahun yang lalu. Waktu berlalu dengan cepat, namun ya, itu adalah pengalaman yang bagus. Stadion ini adalah yang terbaik di Indonesia, namun akan lebih baik lagi jika kami mendapatkan poin-poin,” tutur Munster. Ambisi meraih poin penuh di kandang lawan menjadi motivasi tambahan bagi Bhayangkara FC.

Saat ini, Bhayangkara FC menghuni posisi ke-10 di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 19 poin. Mereka terpaut 10 poin dari Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga dengan 29 poin, atau keempat dengan 29 poin tergantung sumber klasemen.

Meskipun demikian, Munster melihat kualitas Persija sebagai tantangan positif. "Mereka (Persija) memiliki tim yang bagus, dan mereka bermain kandang, di Indonesia, rasanya berbeda jika Anda bermain di kandang sendiri. Namun merupakan hal yang bagus bagi kami untuk menaikkan level, karena ini akan menjadi pertandingan yang bagus,” pungkasnya. Pertandingan ini diharapkan dapat meningkatkan level permainan Bhayangkara FC.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi