Banjarmasin, 22 Februari 2026 – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Banjarmasin bersama jajaran Polsek setempat menggelar Patroli Macan yang intensif pada Minggu dini hari. Operasi ini berhasil meringkus 41 remaja yang diduga terlibat dalam berbagai aktivitas meresahkan, termasuk perang sarung di Banjarmasin. Langkah preventif ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan.
Dalam patroli yang berlangsung sejak pukul 23.00 WITA hingga 05.00 WITA, petugas menyisir sejumlah titik rawan di Kota Banjarmasin. Selain 41 remaja yang diamankan, operasi ini juga mengungkap kasus penyalahgunaan lem, balap liar, dan penemuan senjata tajam. Seluruh temuan ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dalam upaya menciptakan lingkungan yang kondusif.
Kompol Eru Alsepa, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan respons terhadap potensi gangguan kamtibmas. “Patroli ini kami lakukan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas Ramadhan, seperti aksi perang sarung, balap liar, dan penyalahgunaan lem yang meresahkan masyarakat,” ujarnya di Banjarmasin, Minggu.
Advertisement
Advertisement
Patroli Macan yang digelar oleh Polresta Banjarmasin menyasar area-area yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja hingga dini hari, terutama selama Ramadhan. Fokus utama patroli ini adalah mencegah aksi perang sarung di Banjarmasin yang kian meresahkan warga. Petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan 41 anak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Selain mengamankan puluhan remaja, petugas juga menemukan dua anak yang kedapatan menghisap lem, menunjukkan adanya penyalahgunaan zat adiktif di kalangan remaja. Empat unit kendaraan bermotor yang diduga digunakan untuk balap liar juga turut disita. Temuan ini menegaskan kompleksitas permasalahan kenakalan remaja yang dihadapi kota ini.
Yang paling mengkhawatirkan, patroli ini berhasil menyita tiga bilah senjata tajam dari para remaja. Keberadaan senjata tajam ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu tindak pidana serius jika digunakan dalam aksi tawuran atau perang sarung. Pihak kepolisian menekankan pentingnya penanganan serius terhadap temuan ini untuk mencegah eskalasi konflik di jalanan.
Advertisement
Advertisement
Kompol Eru Alsepa menegaskan bahwa seluruh remaja dan barang bukti yang diamankan langsung dibawa ke Markas Komando Polresta Banjarmasin. Di sana, mereka akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut serta pendataan. “Mereka kami bawa ke markas komando (mako) guna dilakukan pendataan dan pembinaan, serta memanggil orang tua masing-masing,” kata Eru.
Langkah ini diambil tidak hanya sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai upaya pembinaan terhadap para remaja. Pemanggilan orang tua diharapkan dapat meningkatkan pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak-anak mereka. Polresta Banjarmasin berupaya memberikan edukasi dan pemahaman tentang bahaya perang sarung serta kegiatan negatif lainnya.
Keberadaan senjata tajam yang ditemukan menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena berpotensi menimbulkan tindak pidana. Pihak berwenang akan mendalami kepemilikan dan tujuan penggunaan senjata tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen Polresta untuk tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang mengancam keselamatan publik.
Advertisement
Advertisement
Selain tindakan penegakan hukum, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada para remaja yang diamankan. Imbauan ini bertujuan agar mereka tidak lagi melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, termasuk terlibat dalam perang sarung di Banjarmasin. Edukasi dini dianggap krusial untuk membentuk kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Cuncun Kurniadi turut mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas selama Ramadhan. “Selama Bulan Suci Ramadhan, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, tidak melakukan kegiatan yang meresahkan, serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” kata Cuncun.
Polresta Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan langkah preventif lainnya. Tujuan utamanya adalah mewujudkan Banjarmasin yang aman dan nyaman, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa gangguan. Upaya ini akan terus berlanjut demi menciptakan lingkungan yang tertib dan damai bagi seluruh warga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews