Pemerintah Provinsi Papua Barat menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan pariwisata melalui dukungan finansial signifikan. Anggaran sebesar Rp1,4 miliar telah dialokasikan untuk pelaksanaan kompetisi selancar internasional. Event bergengsi ini, Manokwari World Surf League Series QS2000, akan digelar di Pantai Amban, Manokwari, pada tahun 2025.
Pelaksanaan tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Papua Barat, Yakobus Basongan, menjelaskan rincian alokasi dana tersebut. Sejumlah Rp850 juta diserahkan langsung kepada pihak penyelenggara kompetisi. Sisa anggaran digunakan untuk berbagai kebutuhan kesiapan acara berskala internasional, termasuk fasilitasi tim official yang terlibat.
Kompetisi ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama antara pemerintah provinsi dan Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Tujuan utamanya adalah mempromosikan potensi pariwisata Manokwari ke kancah global. Ajang ini juga menjadi kelanjutan dari World Surf League Series QS1000 yang sebelumnya telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali di lokasi yang sama.
Advertisement
Advertisement
Dukungan anggaran sebesar Rp1,4 miliar dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Papua Barat menjadi tulang punggung penyelenggaraan Manokwari World Surf League Series QS2000. Dana ini dibagi untuk penyelenggara dan kebutuhan operasional pendukung. Yakobus Basongan menegaskan bahwa alokasi ini penting untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan event internasional.
Menurut Yakobus, jika ingin meningkatkan level kompetisi ke QS3000 atau QS4000, diperlukan sharing anggaran yang lebih besar. Kebutuhan dana untuk level tersebut dapat mencapai Rp5 miliar. Hal ini menunjukkan ambisi Papua Barat untuk terus meningkatkan kualitas dan skala event selancar yang diselenggarakan.
Kompetisi ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sarana efektif untuk promosi pariwisata. Dengan menarik perhatian atlet dan media internasional, Manokwari berharap dapat memperkenalkan keindahan alamnya ke seluruh dunia. Yakobus Basongan menyatakan, "Kami hanya fasilitasi pelaksanaan kompetisi selancar karena tujuannya promosi pariwisata. Kalau pembinaan atlet, itu kewenangan dinas lain."
Advertisement
Advertisement
Pengembangan potensi pariwisata di Manokwari memerlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Yakobus Basongan menekankan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak bisa hanya diampu oleh satu instansi teknis. Diperlukan kerja sama dari sejumlah perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, untuk mencapai tujuan bersama.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan. Aparat keamanan, pemilik hak ulayat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dilibatkan untuk memastikan kelancaran acara. Hal ini penting agar pelaksanaan event berskala internasional ini berjalan sesuai ekspektasi dan tanpa hambatan.
Manokwari World Surf League Series QS2000 akan berlangsung dari tanggal 26 hingga 30 November 2025. Beberapa atlet internasional telah mengonfirmasi keikutsertaannya. Mereka berasal dari berbagai negara, termasuk Australia, Jepang, Filipina, Amerika Serikat, Malaysia, dan Singapura, menambah daya tarik kompetisi ini.
Advertisement
Advertisement
Sebelum kompetisi selancar internasional dimulai, Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) akan menyelenggarakan event lokal. Acara ini melibatkan atlet dari berbagai daerah di Tanah Papua, seperti Raja Ampat dan Biak. Tujuannya adalah untuk pembinaan dan pengembangan kapasitas atlet lokal agar mereka mampu bersaing di kancah internasional.
Yakobus Basongan berharap event lokal ini dapat menjadi batu loncatan bagi atlet-atlet Papua. "Supaya atlet-atlet lokal bisa mengikuti event-event surfing baik di dalam negeri maupun di luar negeri," ujarnya. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk memajukan olahraga selancar di Papua.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan stand bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama Manokwari World Surf League Series QS2000 berlangsung. Inisiatif ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dan dukungan terhadap ekonomi lokal. "Partisipasi masyarakat dalam setiap event yang diselenggarakan itu sangat penting, makanya kami sediakan stand UMKM," kata Basongan, menunjukkan komitmen terhadap dampak ekonomi positif bagi warga sekitar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews