Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pandemi Covid-19, Malam Selikuran di Keraton Surakarta Diisi Dzikir dan Tahlil

Pandemi Covid-19, Malam Selikuran di Keraton Surakarta Diisi Dzikir dan Tahlil Keraton Surakarta. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan menggelar tradisi Malam Selikuran Ramadan 1.442 Hijriyah. Kegiatan tersebut akan dilakukan di Masjid Agung Keraton Kasunanan pada hari ke-20 Ramadan selepas salat Tarawih.

Jika biasanya Malam Selikuran dilakukan dengan mengarak tumpeng dengan diiringi lampu ting atau pelita, namun karena kondisi pandemi Covid-19, kegiatan akan diisi dengan doa dan dzikir bersama.

“Untuk malam Selikuran kali ini, karena masih dalam pandemi, kita tidak menyelenggarakan arak-arakan. Kita hanya tahlil dan dzikir di Masjid Agung,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum LDA Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, Sabtu (1/5).

Wirabhumi mengklaim sudah mendapatkan perizinan untuk penyelenggaran acara tersebut dari Satgas Covid Kota Solo dan Polsek Pasarkliwon. Meskipun pengelola masjid menyebut ada kelompok lain yang juga akan menyelenggarakan kegiatan yang sama dalam waktu yang sama pula.

“Awal-awal kita mengajukan surat permohonan kepada Satgas Covid, tanggal 26 April kemarin izin turun. Tanggal 27- nya kami bersurat, memberitahukan kepada masjid, Polsek dan Koramil, bahwa kita akan melakukan kegiatan itu,” katanya.

Namun, lanjut Wirabhumi, belakangan pihak pengelola masjid memberitahukan jika pada waktu yang sama, masjid akan digunakan oleh pihak lain untuk acara sejenis.

“Kami kemudian mengirim surat lagi kepada masjid, memberitahukan bahwa kami tetap akan menyelenggarakan itu, karena kami mempunyai izin penyelenggaraan dari Satgas Covid-19. Kami ini juga tidak mengadakan arak-arakan, tapi hanya dzikir, tahlil di masjid,” katanya.

Malam Selikuran merupakan tradisi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam menyambut malam ke-21 atau 10 hari terakhir bulan Ramadan. Selain keraton, Pemerintah Kota Solo juga melakukan hal yang sama. Arak arakan tumpeng dilakukan dari Masjid Agung menyusuri Jalan Slamet Riyadi dan berakhir di Joglo Sriwedari. (mdk/gil)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP