Operasi Ketupat 2025 per 25 Maret: Contra Flow-One Way Belum Diterapkan, Truk Sudah Dilarang Melintas

Larangan ini tidak berlaku untuk kendaraan logistik seperti hantaran ternak, uang, kebutuhan pokok, dan hantaran khusus.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Operasi Ketupat 2025 per 25 Maret: Contra Flow-One Way Belum Diterapkan, Truk Sudah Dilarang Melintas
Operasi Ketupat 2025 per 25 Maret: Contra Flow-One Way Belum Diterapkan, Truk Sudah Dilarang Melintas (Merdeka.com)

Operasi Ketupat 2025 mulai diberlakukan. Meskipun, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 28 Maret 2025, atau tepat di hari pertama cuti bersama Nyepi.

Per Selasa 25 Maret 2025, sistem one way di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Tol Semarang-Batang belum diberlakukan. Begitu juga sistem contraflow di KM 57 sampai dengan KM 70 masih belum diberlakukan.

"Baik one way maupun contra flow belum diberlakukan," kata Kasabsatgas Penmas Kombes Pol Erdi A. Chaniago, Rabu (26/3).

Sementara untuk kendaraan sumbu tiga sudah dilarang melintas sejak 24 Maret 2025 kemarin. Larangan ini tidak berlaku untuk kendaraan logistik seperti hantaran ternak, uang, kebutuhan pokok, dan hantaran khusus.

"Pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas tidak boleh beroperasi mulai tanggal 24 Maret - 8 April," katanya.

.

Sementara untuk kendaraan sumbu tiga sudah dilarang melintas sejak 24 Maret 2025 kemarin. Larangan ini tidak berlaku untuk kendaraan logistik seperti hantaran ternak, uang, kebutuhan pokok, dan hantaran khusus.

"Pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas tidak boleh beroperasi mulai tanggal 24 Maret - 8 April," katanya.

Sementara untuk arus lalu lintas, volume kendaraan keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama (arah Tol Trans Jawa) sebanyak 52.561 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama (arah Jakarta) sebanyak 26.242 kendaraan.

Kemudian, kendaraan keluar Jakarta melalui GT Tol Cikupa (arah Merak) sebanyak 46.542 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Tol Cikupa (arah Jakarta) sebanyak 45.302 kendaraan.

Untuk volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Ciawi (arah Bogor) sebanyak 31.722 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Ciawi sebanyak 30.890 kendaraan.

"Volume arus lalu lintas yang keluar Jakarta melalui GT Kalihurip Utama (arah Bandung) sebanyak 29.196 kendaraan, sedangkan untuk yang masuk Jakarta melalui GT Kalihurip Utama sebanyak 26.077 kendaraan.

Untuk data kecelakaan sampai Selasa kemarin, sebanyak 148 kejadian. Rinciannya 10 orang meninggal dunia (MD), luka berat (LB) 19 orang, dan luka ringan (LR) 201 orang. Kerugian materiil sebesar Rp197.300.000.

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran 2025 agar memastikan kondisi fisik sehat, serta periksa kendaraan sebelum melakukan perjalanan, jaga jarak aman juga berkonsentrasi, manfaatkan rest area seefektif mungkin untuk beristirahat, dan pastikan saldo uang elektronik mencukupi," katanya.

Rekomendasi