OJK Prediksi Penyaluran Pembiayaan Meningkat Signifikan Jelang Idul Fitri 1447 H

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan penyaluran pembiayaan akan mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, didorong kebutuhan masyarakat dan UMKM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK Prediksi Penyaluran Pembiayaan Meningkat Signifikan Jelang Idul Fitri 1447 H
OJK meluncurkan Roadmap Pergadaian OJK 2025-2030, sebuah peta jalan ambisius yang akan memperkuat ekosistem pergadaian nasional melalui tiga fase strategis. Siapkah Anda melihat dampaknya? (AntaraNews)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan adanya lonjakan penyaluran pembiayaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Proyeksi ini didasarkan pada peningkatan kebutuhan masyarakat serta modal kerja musiman bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan resminya pada Minggu (08/3).

Momentum Ramadan hingga Lebaran secara historis selalu menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor pembiayaan. Kenaikan ini mencakup industri pergadaian, multifinance, hingga pinjaman daring (pindar) dalam dua tahun terakhir. Data menunjukkan tren positif yang konsisten di berbagai lini pembiayaan.

Peningkatan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan UMKM yang cenderung meningkat saat periode perayaan. OJK menekankan pentingnya menjaga kualitas pendanaan di tengah potensi pertumbuhan yang tinggi. Langkah penguatan verifikasi peminjam menjadi krusial.

Pertumbuhan Positif di Industri Pergadaian

Agusman menjelaskan, industri pergadaian diproyeksikan terus tumbuh positif, bahkan di tengah persaingan ketat dari produk pembiayaan digital. Produk seperti pinjaman daring dan Buy Now Pay Later (BNPL) menjadi kompetitor utama. Namun, pergadaian menawarkan alternatif pembiayaan berbasis agunan yang mudah diakses masyarakat.

Secara historis, penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pergadaian menunjukkan kenaikan. Pada Maret 2024, tercatat pertumbuhan sebesar 1,78 persen secara bulanan (mtm). Tren positif ini berlanjut pada Maret 2025 dengan peningkatan 1,66 persen mtm.

Antusiasme terhadap industri ini juga terlihat dari jumlah pengajuan izin usaha. Sepanjang 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, terdapat 165 pelaku usaha baru yang mengajukan izin. Ini menambah total perusahaan pergadaian berizin menjadi 223 perusahaan hingga Januari 2026.

Saat ini, terdapat dua perusahaan yang sedang berproses meningkatkan lingkup usaha menjadi nasional sesuai ketentuan yang berlaku. OJK memastikan aspek permodalan, tata kelola, dan kesiapan operasional perusahaan tersebut tetap menjadi pertimbangan utama.

Kinerja Multifinance dan Pinjaman Daring yang Menjanjikan

Potensi peningkatan pembiayaan juga terlihat jelas pada industri multifinance, berdasarkan realisasi tahun-tahun sebelumnya. Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 2,05 persen mtm dengan tingkat pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) gross terjaga di 2,45 persen.

Tren serupa berlanjut pada Maret 2025, dengan peningkatan 0,78 persen mtm. Meskipun ada sedikit kenaikan, NPF gross masih terkendali di 2,71 persen. Hal ini menunjukkan stabilitas dan kesehatan industri multifinance.

Industri pinjaman daring (pindar) juga menunjukkan performa yang impresif. Nilai penyaluran pembiayaan pada Maret 2024 melonjak hingga 8,9 persen mtm dan kemudian naik 3,8 persen mtm pada Maret 2025.

Meskipun nilai pembiayaan terus meningkat, kualitas pendanaan (TWP90) industri pindar diperkirakan tetap terjaga di bawah 5 persen selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Untuk itu, OJK menekankan perlunya penguatan credit scoring dan verifikasi peminjam (borrower) agar pertumbuhan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi