Novanto ditetapkan tersangka e-KTP, Golkar harap tak ada intervensi

Senin, 17 Juli 2017 19:16 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Setya Novanto. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Ketua DPP Bidang Media, Nurul Arifin mengaku kaget dan prihatin dengan penetapan tersebut. Partai Golkar baru akan memberikan sikap resmi terkait penetapan tersangka Novanto pada Selasa (18/7) besok.

"Saya enggak berani berkomentar banyak ya karena ini baru mendengar beritanya dan belum melihat suratnya ya. Saya kira besok baru ada sikap yang lebih jelas," kata Nurul di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Nurul berharap proses hukum terhadap Novanto tidak diintervensi pihak mana pun. Partai Golkar akan mengikuti proses hukum sesuai aturan berlaku.

"Tentu kita prihatin ya, ya kita berharap yang terbaik dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Kita ikuti saja," terangnya.

Ditanya soal keberadaan Novanto, Nurul menyebut Ketua DPR itu baru saja pulang dari DPR. Dia juga memastikan kondisi kesehatan Novanto sehat.

"Kalau tadi sih beliau oke," pungkas dia. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.