Nestapa Warga Kabupaten Bandung, Perahu Kayu Jadi Kendaraan Beraktivitas Akibat Rumah Banjir Tak Kunjung Surut

Warga harus mengantre untuk keluar dan masuk kampung karena terbatasnya jumlah perahu.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Nestapa Warga Kabupaten Bandung, Perahu Kayu Jadi Kendaraan Beraktivitas Akibat Rumah Banjir Tak Kunjung Surut
Nestapa Warga Kabupaten Bandung, Perahu Kayu Jadi Kendaraan Beraktivitas Akibat Rumah Banjir Tak Kunjung Surut (Merdeka.com)

Banjir yang melanda Kampung Cijagra, Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, masih belum surut hingga Selasa (15/4).

Berdasarkan pantauan, banjir yang melanda mengakibatkan warga mesti masuk dan keluar kampung menggunakan perahu kayu. Banjir yang merendam rumah warga mempunyai ketinggian 80 hingga 120 sentimeter.

Selain itu, tampak ruas Jalan Raya Bojongsoang terendam banjir. Namun demikian, banjir yang melanda ruas jalan utama tak terlalu tinggi sehingga motor dan mobil masih dapat melintas.

Banjir di Bandung Barat
Banjir di Bandung Barat merdeka.com

Salah seorang warga, Ahmad (52), mengatakan warga harus mengantre untuk keluar dan masuk kampung karena terbatasnya jumlah perahu. Biasanya, perahu didahulukan untuk warga yang hendak berangkat bekerja ataupun sekolah.

"Biasanya hanya dua perahu sampan kayu manual. Debet air hari ini cukup tinggi, jadi kami harus ekstra hati-hati saat menyeberangkan warga, terutama anak-anak dan lansia, agar perahu tidak hilang keseimbangan," kata dia saat ditemui.

Sementara itu, Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, menyebut banjir merendam delapan RW di Kampung Cijagra. Delapan RW yang dimaksud yakni RW 1, RW 2, RW 3, RW 4, RW 9, RW 10, RW 11, dan RW 17.

Kankan menyebut banjir paling parah terjadi di RW 3 tepatnya RT 7. Di sana, ada satu unit rumah warga yang roboh karena diterjang banjir. Warga yang rumahnya roboh telah diungsikan untuk sementara waktu.

"Satu kepala keluarga yang terdiri dari tiga anggota keluarga terdampak langsung akibat rumah yang roboh tersebut," kata dia.

Petugas dari Satpol PP, PMI, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas sudah disiagakan untuk melakukan penanganan. Prioritas utama, pihaknya akan berupaya mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah dan mengamankan barang berharga warga ke tempat yang lebih aman.

"Kita juga mendata kerugian materil dan memastikan keselamatan warga di titik-titik rawan," tandasnya.


Rekomendasi