Nestapa Warga 3 Kecamatan di Samarinda, Siang Kebanjiran, Malam Gelap Gurita

Selasa, 11 Juni 2019 19:33 Reporter : Saud Rosadi
Nestapa Warga 3 Kecamatan di Samarinda, Siang Kebanjiran, Malam Gelap Gurita Banjir Samarinda. ©2016 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Sepekan sudah banjir melanda tiga kecamatan di Samarinda, Kalimantan Timur. Lebih 25.000 jiwa menjadi korban banjir tersebut.

Tinggi muka air (TMA) hingga dua meter tidak kunjung surut. Warga satu per satu terus bergerak mengungsi.

Pantauan merdeka.com di Perun Griya Mukti Sejahtera, kelurahan Gunung Lingai misalnya, tercatat ada 6.187 kepala keluarga atau sekitar 17.434 jiwa terdampak banjir sampai hari ini. Warga yang awalnya sempat bertahan di dalam rumah selama 3 hari, akhirnya mengungsi lantaran kediamannya ikut kebanjiran.

"Sudah enggak tahan, saya harus mengungsi. Apalagi listrik masih dipadamkan. Jadi di sini, gelap gulita kalau malam," kata Ifran, warga Griya Mukti, kepada merdeka.com, Selasa (11/6).

Perahu karet pun sampai sore ini, pulang pergi keluar masuk ke kawasan banjir terdalam. Baik itu mengevakuasi warga dan barang, juga distribusi bantuan logistik berupa makanan siap makan.

"Terus, begitu kami terima logistik, langsung kami distribusikan," ujar salah seorang relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di lokasi posko Gunung Lingai.

Sementara petugas Pusdalops BPBD Kaltin Muriono juga menambahkan, dari hasil rapat instansi hari ini, posko utama banjir diputuskan di kantor kelurahan Temindung Permai. "Terpusat di Temindung Permai," ujar Muriono.

Masih dari pantauan merdeka.com sampai pukul 16.00 WITA, kawasan bisnis di Jalan A Yani I, Jalan A Yani II, Jalan KH Hasan Basri, Jalan PM Noor, Jalan Dr Sutomo serta simpang empat Mall Lembuswana, masih lumpuh akibat banjir. Pagi hingga sore hari, jadi kolam wisata. Sedangkan di malam hari pun jadi mirip kota mati. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Banjir Samarinda
  2. Samarinda
  3. Banjir
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini