Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

NAV Karaoke di Langsep Malang terbakar

NAV Karaoke di Langsep Malang terbakar Tempat karaoke di Malang terbakar. ©2014 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Sebuah kompleks rumah toko (ruko) di kawasan Jalan Langsep, Kota Malang, Jawa Timur, terbakar. Enam unit ruko yang ditempati tempat karaoke keluarga, NAV dan cafe O2 terbakar sesaat setelah hujan reda.

Saat mobil Pemadam Kebakaran (PMK) tiba, gedung dalam kondisi berasap tebal. Enam mobil pemadam kebakaran serta puluhan personel dikerahkan untuk menemukan titik api.

Sempat muncul dugaan, kebakaran muncul akibat korsleting listrik karena petir. Karena kebakaran terjadi sesaat setelah turun hujan lebat mengguyur Kota Malang disertai petir.

"Api muncul setelah hujan, tadi juga ada petir, tapi tidak tahu pasti penyebabnya," kata Yuliuslangga, Pekerja BRI yang berkantor di samping ruko, Senin (22/12/2014).

Yulius bersama 4 saksi lain dari warga RT setempat berusaha memeriksa lokasi, namun asap tebal menghalangi penglihatan. Dia mengaku melihat asap sekitar pukul 13.30 WIB setelah hujan lebat diiringi petir.

PMK harus menjebol pintu harmonika bangunan untuk menemukan titik api. Selanjutnya membobol tembok bangunan sisi belakang yang tembus ke dapur.

Dari dapur, api ditemukan menyala berdekatan dengan beberapa tabung LPG 12 Kg. Selain itu ada tumpukan kertas botol-botol minuman keras yang terbakar.

"Kemungkinan karena LPG atau kabel AC yang meleleh. Saya melihat ada colokan yang sudah terbakar," kata Anang Yuwono, Komandan Regu 1 yang berusaha memadamkan api.

Perlu diketahui, rumah karaoke NAV dan pemilik bangunan sedang dalam proses sengketa. Bangunan tersebut ditutup seng sejak setahun lalu. Sehari-hari rumah dalam kondisi tidak terpakai dan status quo karena konflik.

Sementara itu pemilik bangunan, Hariyanto mengaku rugi hingga puluhan juta rupiah akibat kebakaran tersebut. Beberapa bagian diantaranya pagar, pintu harmonika dan tembok belakang harus dibobol. "Namun dari sengketanya, kerugiannya sudah miliaran rupiah," tegasnya.

Hariyanto mengaku ada yang janggal dalam kebakaran tersebut. Rumah dan PLN masih ada di pihak penyewa, sehingga leluasa melakukan sesuatu.

"Boks listrik masih hidup, mungkin ada sesuatu yang kita nggak tahu. Biarkan polisi yang melakukan penyidikan," katanya menduga. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP