Naik 11,13 Poin, IMDI Pamekasan Lampaui Tiga Kabupaten Madura Lainnya!

Diskominfo Pamekasan mengumumkan kenaikan signifikan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Pamekasan sebesar 11,13 poin, melampaui daerah lain di Madura. Apa rahasia di baliknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Naik 11,13 Poin, IMDI Pamekasan Lampaui Tiga Kabupaten Madura Lainnya!
Diskominfo Pamekasan mengumumkan kenaikan signifikan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Pamekasan sebesar 11,13 poin, melampaui daerah lain di Madura. Apa rahasia di baliknya? (AntaraNews)

Pamekasan, Jawa Timur, mencatat peningkatan signifikan pada Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2025. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat mengumumkan kenaikan 11,13 poin, dari 42,21 menjadi 53,34.

Kenaikan ini menempatkan Pamekasan di posisi teratas dibandingkan kabupaten lain di Pulau Madura, yakni Sumenep, Sampang, dan Bangkalan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Pamekasan, Taufiqurrachman, menyatakan hal ini berdasarkan rilis Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Peningkatan IMDI Pamekasan ini berkat upaya masif pemerintah daerah dalam pendidikan digital. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan inklusivitas masyarakat di era digital, sekaligus menjadi acuan pengembangan SDM digital.

Pamekasan Unggul di Madura, Lampaui Sumenep, Sampang, dan Bangkalan

Nilai IMDI Pamekasan yang mencapai 53,34 tercatat melebihi tiga kabupaten lain di Pulau Madura. Menurut data Komdigi, Indeks Masyarakat Digital Kabupaten Sumenep tercatat 38,49, Sampang 44,11, dan Kabupaten Bangkalan berada di angka 41,04.

Angka IMDI Pamekasan sebesar 53,34 ini masuk dalam klasifikasi tinggi. Sementara itu, Sampang dan Bangkalan termasuk klasifikasi cukup, sedangkan Sumenep yang meraih 38,49 dikategorikan rendah.

Taufiqurrachman menjelaskan bahwa IMDI merupakan tingkat kompetensi dan keterampilan masyarakat dalam penggunaan teknologi digital sehari-hari maupun terkait pekerjaan. Pengukuran ini telah diterapkan sejak tahun 2022 untuk mengetahui tingkat kompetensi digital masyarakat.

Program IMDI juga mendorong inklusivitas dalam ekonomi digital dan menjadi acuan penting dalam perencanaan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital di Indonesia.

Empat Pilar Penilaian IMDI dan Kontribusi Pamekasan

Ada empat pilar utama yang menjadi instrumen penilaian IMDI yang ditetapkan oleh Komdigi. Pilar-pilar tersebut meliputi infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan, dan pekerjaan.

Dari keempat instrumen pilar tersebut, IMDI Pamekasan meraih angka tertinggi pada pilar infrastruktur dan ekosistem dengan nilai 66,27. Kemudian diikuti pilar keterampilan digital dengan 58,95, pilar pekerjaan 47,07, dan terakhir pilar pemberdayaan dengan 41,60.

Peningkatan di masing-masing pilar ini menunjukkan kenaikan yang bervariasi, antara 4,27 hingga 19,58 poin. Kenaikan tertinggi tercatat pada pilar pemberdayaan, yang mencapai 19,58 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan pada pilar pemberdayaan ini merupakan hasil nyata dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten. Hal ini menunjukkan efektivitas program-program yang dijalankan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat.

Strategi Pemkab Pamekasan Dorong Peningkatan Literasi Digital

Peningkatan signifikan pada IMDI Pamekasan ini tidak terlepas dari upaya pendidikan digital yang digencarkan oleh pemerintah kabupaten kepada masyarakat. Taufiqurrachman menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi kunci utama.

Fokus pada pendidikan digital telah berhasil meningkatkan kompetensi dan pemanfaatan teknologi di kalangan warga Pamekasan. Hal ini tercermin dari kenaikan pilar pemberdayaan yang paling menonjol, menunjukkan masyarakat semakin aktif dan berdaya dalam ekosistem digital.

Pengukuran Indeks Masyarakat Digital Indonesia oleh Komdigi tahun ini dilakukan pada periode Juli hingga Agustus 2025. Survei ini melibatkan lebih dari 18 ribu responden individu dan 11 ribu responden industri.

Responden tersebut tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, menunjukkan skala dan cakupan yang luas dalam menilai tingkat kompetensi digital nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi