Musnahkan 3 Ton Bibit Jagung Berbakteri, Indonesia akan Surati India

Kamis, 1 Agustus 2019 00:33 Reporter : Kirom
Musnahkan 3 Ton Bibit Jagung Berbakteri, Indonesia akan Surati India Pemusnahan bibit jagung berbakteri asal India. ©2019 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - 3,1 ton bibit jagung berbakteri asal India dimusnahkan untuk ke sekian kalinya, Rabu (31/7), di Balai Karantina Pertanian dan Hewan Bandara Soekarno-Hatta.

Bibit jagung sebanyak 3,1 ton yang masuk ke Indonesia melalui pelabuhan Tanjung Priok tersebut, terbukti mengandung bakteri tanaman berbahaya golongan 1, Pantoea Anantis.

"Kalau sampai itu tertanam di tanah pertanian di Indonesia, bakal menyebarkan virus melalui tanah. Kemudian membuat busuk tanaman serta membuat tidak gembur lagi tanah yang ditanam bibit tersebut sebelumnya," kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian pada Kementerian Pertanian, saat ditemui di Instalasi Balai Besar Karantina Hewan, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Rabu (31/7).

Diungkapkan dirinya, India tercatat rutin mengirimkan bibit tanaman berbahaya ke Indonesia. Setelah sebelumnya pada Maret 2019 lalu, India juga mengekspor bibit jagung mengandung bakteri Pseudomonas Syringae pv. Syringae melalui terminal Kargo Bandara Soetta.

Padahal semua paket kiriman bibit tersebut, lanjut Jamil dilengkapi surat-surat resmi kesehatan dari India. Namun masih saja, ketika dites ulang di laboratorium di Indonesia, mengandung bakteri berbahaya.

"Buktinya, pas masuk masih mengandung bakteri berbahaya. Pasti langsung kita musnahkan," kata Jamil.

Untuk itu, pihaknya melalui Kementerian Pertanian akan segera berkirim surat, agar India lebih mengetatkan lagi pengawasan atas bibit impornya. Terutama yang akan didatangkan ke Indonesia.

"Secara aturan internasional, Indonesia segera mengirimkan Notification Non Compliance atau NNC. Tapi kami akan menyiapkan surat yang lebih mendalam lagi, bentuk teguran dari Indonesia ke India," bilang Ali Jamil

Dengan surat itu, pihaknya berharap agar pemerintah India memperhatikan dengan betul dan detail, apakah benih atau bibit yang diekspor ke negara lain sudah terbebas dari segala bakteri. Juga lebih meningkatkan pengawasan di negaranya, jangan sampai merugikan negara lain si penerima hasil bibit tersebut.

"Jangan sampai kita hentikan impor dari India," tegasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini