Musim Kemarau, 24 Daerah di Jawa Timur Darurat Kekeringan
Merdeka.com - Sebanyak 24 daerah di Jawa Timur dilanda kekeringan kritis. Sejumlah daerah pun, memberlakukan status darurat kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan, pihaknya telah memetakan daerah yang mengalami kekeringan pada musim kemarau 2019. Dari 38 total kabupaten/kota di Jatim, sebanyak 24 dari 28 daerah terdampak kekeringan mengalami kekeringan kritis.
Di antaranya, seluruh kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Kemudian kawasan Tapal Kuda meliputi Kabupaten Lumajang, Situbondo, Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi dan Probolinggo.
Daerah lainnya, yakni Kabupaten Jember dan Pasuruan, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo, Ngawi dan Madiun. Selanjutnya Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.
"Dianggap mengalami kering kritis karena suplai air kurang dari 10 liter per orang per hari, dan jarak airnya lebih dari tiga kilometer. Itu terjadi di 566 desa di 180 kecamatan tersebar di 24 daerah di Jatim," katanya, Senin (29/7).
Menurut Suban, Kabupaten Sampang menjadi daerah dengan desa terbanyak mengalami kering kritis, yakni 67 desa. Selanjutnya Kabupaten Tuban sebanyak 55 desa, lalu Kabupaten Pacitan, Ngawi, dan Lamongan.
"Salah satu contoh di Desa Bulmatet, Sampang, ada 3.044 kepala keluarga dengan penduduk sekitar 30 ribu jiwa. Tinggalnya di dataran tinggi dan jarak sumber air terdekat 6 sampai 7 kilometer," tambahnya.
Dia juga mencontohkan warga di Desa Bira Kecamatan Sokobanah, Sampang. Warga harus mengambil air ke dekat pantai, padahal lokasi cukup jauh, sehingga BPBD Jatim langsung membantu menyuplai air bersih.
Pihaknya pun berharap, tidak hanya BPBD saja yang membantu warga untuk menyuplai air bersih. Namun, perusahaan-perusahaan yang memiliki CSR juga diharapkan peran sertanya ikut membantu pengadaan air bersih untuk warga.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya