Muncul tulisan provokatif ditujukan untuk Sultan di tembok UIN Sunan Kalijaga

Selasa, 1 Mei 2018 21:25 Reporter : Purnomo Edi
Muncul tulisan provokatif ditujukan untuk Sultan di tembok UIN Sunan Kalijaga Tulisan provokatif di UIN Sunan Kalijaga. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah tulisan bernada provokatif yang ditujukan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X muncul pascademonstrasi di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga rampung, Selasa (1/5). Sejumlah tulisan ini dibuat dengan cat semprot dan dituliskan di tembok UIN Sunan Kalijaga maupun di baliho iklan komersil yang ada di pertigaan tersebut.

Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra mengatakan tulisan bernada provokatif dan berisi hinaan pada Sri Sultan HB X ini tak layak. Widihasto bersama dengan relawan Sekber Keistimewaan DIY pun kemudian menghapus coretan-coretan tersebut.

Tulisan di baliho komersil, dihilangkan dengan cara menyobek iklan tersebut. Sedangkan coretan di tembok dihilangkan dengan mengecat ulang tembok tersebut.

"Tulisan sangat provokatif dan tidak sesuai etika budaya masyarakat. Persekusi terhadap Ngarso Dalem. Kami merobek salah satu tulisan itu di baliho komersil. Ini kami simpan sebagai bukti seandainya dibutuhkan oleh pihak kepolisian," ujar Widihasto di pertigaan UIN Sunan Kalijaga.

Widihasto menyampaikan sedikitnya ada tiga tulisan bernada provokatif yang dituliskan di tembok UIN Sunan Kalijaga. Tulisan tersebut menggunakan cat semprot berwarna merah. Sedangkan yang di baliho menggunakan cat semprot berwarna hitam.

"Saya dulu aktivis 98. Ikut menurunkan Soeharto. Tapi dulu saat demo tidak membuat tulisan seperti ini. Kami menggunakan kata-kata yang mengedepankan etika moral," urai Widihasto.

Widihasto menambahkan pihaknya menyesalkan ada pihak yang dianggapnya mengganggu ketenangan warga Yogyakarta dengan tulisan-tulisan yang dibuatnya. Pihaknya juga sebenarnya tak keberatan dengan demonstrasi yang dilakukan selama sesuai dengan aturan yang diatur.

"Ya saya menyayangkan. Silakan demonstrasi tapi jangan mengusik masyarakat Yogyakarta. (Tulisan ini) bisa dianggap menghina Sultan," tutup Widihasto. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini