MUI tak bisa sanksi Gus Yahya karena pergi Israel

Selasa, 12 Juni 2018 23:31 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
MUI tak bisa sanksi Gus Yahya karena pergi Israel maruf amin. ©muidkijakarta.or.id

Merdeka.com - Kunjungan Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf dalam acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum, Minggu 10 Juni 2018 di Yerusalem, menuai polemik di Tanah Air.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin mengatakan kunjungan Yahya ke Israel merupakan kemauannya pribadi.

"Itu inisiatif (Yahya) sendiri dan tanggung jawab sendiri. Nantikan seberapa jauh itu mempunyai pengaruh terhadap langkah langkah Kemenlu, apakah itu mempelancar upaya upaya Kemenlu dalam rangka mengupayakan perdamaian dengan tetap agar menjaga Palestina menjadi negara yang merdeka dan berdaulat atau justru mengganggu nanti akan dilihat," katanya di markas MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).

"Tetapi sebenarnya diplomasi yang kita inginkan tetap melalui Kemenlu secara resmi," tambahnya.

Ma'aruf melanjutkan, MUI tak punya wewenang untuk menindak anggota Wantimpres tersebut. Itu semua kembali kepada PBNU. Lagipula, dia menambahkan, Yahya berangkat atas inisiatif pribadi.

"Di MUI enggak ada haknya untuk menindak nah nanti itu PBNU.Tapi PBNU sudah mengatakan tidak ada hubungannya," ujarnya.

MUI pun bukan bermaksud tak mendukung Yahya ke Israel. Ma'aruf mengatakan sepanjang hal tersebut tidak menimbulkan konflik tidak masalah.

"Saya kira sepanjang tidak menimbulkan masalah dalam rangka upaya perdamaian. Nanti akan dilihat dari seberapa mengganggu atau tidaknya upaya upaya penyelesaian oleh Kemenlu," tandasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini