Muhammadiyah Minta Konflik Pilpres Dibawa ke Ranah Hukum dan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 18 Mei 2019 23:33 Reporter : Darmadi Sasongko
Muhammadiyah Minta Konflik Pilpres Dibawa ke Ranah Hukum dan Sesuai Konstitusi Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir membuka Kajian Ramadan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta semua konflik Pilpres dan Pileg diselesaikan sesuai aturan yang berlaku. Haedar mengajak semua pihak untuk berdiri di atas hukum dan konstitusi.

"Harus menerima yang diputuskan KPU, bagi yang tidak puas, ada kesalahan bahkan kecurangan, bawalah ke ranah hukum agar semua transparan," kata Haedar Nashir usai membuka Kajian Ramadan Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Timur di Dome Universitas Muhammadiyah Malam (UMM), Sabtu (18/5).

Menurutnya, hasil Pemilu harus dijaga dan dikawal agar memberikan keputusan adil berdasarkan ketentuan hukum. Muhammadiyah juga meminta penyelenggara Pemilu menjalankan tugas secara jujur dan adil.

"Tentu kita harus kawal juga, bahkan Muhammadiyah mendesak KPU, Bawaslu dan semua pihak untuk betul-betul jujur adil di dalam penghitungan sampai pengumuman nanti. Dan berdiri tegas di atas konstitusi," tegasnya.

Pemilu jangan sampai membuat retak sebuah bangsa. Pemilu selama ini menjadi kekuatan dalam penyelenggaraan bernegara. Sumbangan umat Islam dan Muhammadiyah untuk bangsa ini sangat besar, yakni menjadikan Indonesia Bhineka Tunggal Ika. Tidak ada negara muslim yang memberikan toleransi begitu rupa.

Umat Islam Indonesia menjadi penyangga terdepan dalam bangunan persatuan Indonesia. Maka jangan rusak, jangan seperti Sehingga jangan mengudar kembali tenunan yang sudah dipintal dengan baik.

"Jadi selesaikan masalah-masalah secara hukum dan seksama, ada musyawarah, masyarakat damai," pesannya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini