Momen Menegangkan TNI-Polri Rebut Wilayah Homeyo Intan Jaya dan Evakuasi Guru hingga Jenazah Korban Penembakan OPM

Proses evakuasi tersebut menggunakan helikopter gabungan TNI Angkatan Darat, Polri, serta pesawat TNI Angkatan Udara.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Momen Menegangkan TNI-Polri Rebut Wilayah Homeyo Intan Jaya dan Evakuasi Guru hingga Jenazah Korban Penembakan OPM
Momen Menegangkan TNI-Polri Rebut Wilayah Homeyo Intan Jaya dan Evakuasi Guru hingga Jenazah Korban Penembakan OPM (Merdeka.com)

Proses evakuasi tersebut menggunakan helikopter gabungan TNI Angkatan Darat, Polri, serta pesawat TNI Angkatan Udara.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Aparat gabungan TNI-Polri berhasil merebut Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, dari kelompok Organisasi Papua Merdeka atau OPM pimpinan Keni Tipagau.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Kelompok OPM pimpinan Keni Tipagau ini diketahui menyerang Polsek Homeyo yang mengakibatkan satu orang tertembak dan meninggal dunia.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Menindaklanjuti situasi kejadian tersebut, kemudian aparat gabungan TNI-Polri berjibaku mengevakuasi jenazah korban penembakan OPM itu.

Berikut kronologi kejadian tersebut.

Berikut kronologi kejadian tersebut.
© 2024 merdeka.com

Sebelumnya pada tanggal 30 April 2024, OPM pimpinan Keni Tipagau menyerang Polsek Homeyo. Serangan itu mengakibatkan seorang remaja bernama Alexsander Parapak meninggal dunia.

Sebelumnya pada tanggal 30 April 2024, OPM pimpinan Keni Tipagau menyerang Polsek Homeyo.

Sebelumnya pada tanggal 30 April 2024, OPM pimpinan Keni Tipagau menyerang Polsek Homeyo.<br>
© 2024 merdeka.com

Serangan itu mengakibatkan seorang remaja bernama Alexsander Parapak meninggal dunia.

Alexsander merupakan warga pendatang dari Suku Toraja yang lahir di Makale Sulawesi Selatan pada 20 tahun silam.

Akibat penembakan OPM tersebut, Alexsander meninggal dunia dan disemayamkan selama hampir 5 hari di Homeyo.

Jenazah Alexsander baru berhasil dievakuasi TNI-Polri pada Sabtu 4 Mei 2024, dari Distrik Homeyo menuju Timika Kabupaten Mimika.

Proses evakuasi tersebut menggunakan helikopter gabungan TNI Angkatan Darat, Polri, serta pesawat TNI Angkatan Udara.

Aparat gabungan TNI Polri tersebut melibatkan satuan jajaran Komando Operasi TNI Habema dan Satgas Nanggala Kopassus Damai Cartenz, serta personel Puspenerbad dan TNI Angkatan Udara dibawah koordinasi Kogabwilhan III.


Dalam proses evakuasi tersebut, selain jenazah Alexsander, aparat gabungan TNI-Polri juga berhasil mengevakuasi tiga warga pendatang yang akan kembali ke kampung halamannya. Mereka adalah seorang guru dan dua orang anak-anak.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Menurut Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Richard T H Tampubolon, operasi evakuasi dari wilayah Distrik Homeyo merupakan kegiatan kemanusiaan untuk mewujudkan situasi keamanan wilayah yang kondusif guna mendukung semua proses percepatan pembangunan Papua setelah operasi penindakan terhadap OPM.

Rekomendasi