Advertisement
Sebanyak 25 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Singkawang mengikuti kegiatan istimewa dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Acara yang penuh haru ini melibatkan para WBP membasuh kaki ibu masing-masing, yang diselenggarakan pada hari Minggu, 21 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian integral dari upaya pembinaan kepribadian yang dilakukan Lapas Singkawang, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran moral dan nilai-nilai kekeluargaan di kalangan narapidana. Kepala Lapas Kelas IIB Singkawang, David Anderson Setiawan, menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai sarana pembinaan mental dan emosional yang mendalam.
Mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Ibu Lapas Singkawang ini dimaknai sebagai momentum refleksi bagi WBP. Mereka diajak untuk menghargai peran ibu serta termotivasi untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana, dengan harapan memperoleh ridho orang tua dan menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Advertisement
Advertisement
Lapas Singkawang secara konsisten menerapkan pendekatan pembinaan berbasis nilai kekeluargaan dan spiritual, yang dinilai sangat efektif dalam membentuk kesadaran WBP. David Anderson Setiawan menjelaskan bahwa kegiatan seperti membasuh kaki ibu ini diharapkan dapat mendorong perubahan positif pada diri narapidana.
Melalui momen Hari Ibu Lapas Singkawang ini, para WBP diharapkan dapat lebih menghargai pengorbanan dan kasih sayang ibu, yang merupakan figur sentral dalam keluarga. Kesadaran moral yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
Harapan besar disematkan pada kegiatan ini agar menjadi titik balik bagi warga binaan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Mereka didorong untuk mampu berperilaku lebih baik dan diterima kembali di lingkungan sosialnya setelah bebas nanti, menunjukkan hasil dari pembinaan yang menyentuh hati.
Advertisement
Advertisement
Selain kegiatan simbolis membasuh kaki ibu, Lapas Singkawang juga menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan sosial kepada keluarga WBP yang hadir. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan terhadap keluarga narapidana yang turut merasakan dampak ekonomi akibat anggota keluarganya menjalani masa pidana.
Penyaluran bantuan sosial ini dilakukan secara rutin, sesuai arahan pimpinan, sebagai wujud kepedulian Lapas terhadap kondisi keluarga WBP. Ini menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada WBP saja, tetapi juga merangkul keluarga sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial.
Isna, salah seorang orang tua WBP, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, momen tersebut berhasil mempererat kembali hubungan emosional antara anak dan orang tua yang mungkin sempat renggang.
Advertisement
“Hubungan anak dan orang tua tidak bisa dipisahkan. Saat kaki saya dibasuh, saya teringat ketika dulu merawat anak sejak kecil,” ujar Isna, berharap anaknya dapat menjadikan momen ini sebagai pembelajaran berharga untuk berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Sumber: AntaraNews