Misteri Mayat Pengemudi Ojol di Kemanggisan: Ditemukan Membengkak dengan HP Masih Dicharge

Warga Kemanggisan digegerkan dengan penemuan mayat pengemudi ojol, Ibad (63), di kamarnya pada Sabtu. Kondisi jenazah yang membengkak dan ponsel yang masih diisi daya menimbulkan pertanyaan terkait penyebab kematian.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Misteri Mayat Pengemudi Ojol di Kemanggisan: Ditemukan Membengkak dengan HP Masih Dicharge
Warga Kemanggisan digegerkan dengan penemuan mayat pengemudi ojol, Ibad (63), di kamarnya pada Sabtu. Kondisi jenazah yang membengkak dan ponsel yang masih diisi daya menimbulkan pertanyaan terkait penyebab kematian. (AntaraNews)

Warga di Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria pengemudi ojek daring (ojol) pada Sabtu. Korban diketahui bernama Ibad, berusia 63 tahun, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar salah satu rumah di RT 04 RW 04.

Penemuan tragis ini bermula ketika warga sekitar, termasuk keluarga korban, mencium bau menyengat yang berasal dari lokasi kejadian. Kecurigaan tersebut mendorong mereka untuk memeriksa sumber bau, hingga akhirnya menemukan Ibad sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Pihak kepolisian segera tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga dan melakukan evakuasi jenazah. Meskipun demikian, penyebab pasti kematian Ibad masih menjadi misteri dan sedang dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Penemuan mayat pengemudi ojol Ibad (63) terjadi pada hari Sabtu, 11 Oktober, sekitar pukul 09.30 WIB. Ketua Rukun Tetangga (RT) 04, Jamil, menjelaskan bahwa awalnya ada laporan dari warga, yang merupakan keluarga korban, mengenai bau menyengat dari rumah Ibad.

Setelah didatangi, Ibad ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamarnya. Bau menyengat tersebut menjadi pemicu utama kecurigaan warga yang kemudian mengarah pada penemuan mayat.

Jamil menambahkan bahwa Ibad terakhir terlihat oleh warga pada hari Kamis, 9 Oktober, meskipun ia sendiri terakhir melihat Ibad pada malam Rabu, 8 Oktober. "Sekitar pukul 09.30 WIB, ada warga (keluarga korban) yang datang ke rumah melaporkan ada bau di rumahnya. Ketika didatangi, sudah ada mayat," kata Jamil.

Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Ibad. Hal ini mengindikasikan bahwa kematian Ibad kemungkinan besar bukan disebabkan oleh tindakan kriminal, melainkan faktor lain.

Jamil menyimpulkan bahwa Ibad meregang nyawa karena sakit, meskipun ada bercak darah yang disebutnya karena pembuluh darah pecah. "Kayaknya enggak (tanda kekerasan), tapi karena sakit. Ada bercak darah karena pembuluh darahnya pecah. Tapi menurut polisi di TKP, tak ada tanda-tanda kekerasan," jelas Jamil.

Foto yang diterima ANTARA menunjukkan almarhum mengenakan kaus putih dan celana jeans saat ditemukan. Kondisi jenazah Ibad sudah membengkak, dan cairan tubuh tercecer di sekitar kasur tempat tidur. Menariknya, tepat di samping kanan kepala korban, ditemukan dua unit ponsel yang masih dalam kondisi diisi daya.

Jenazah Ibad dievakuasi oleh kepolisian pada pukul 13.00 WIB, beberapa jam setelah laporan penemuan diterima. Kapolsek Palmerah, Kompol Gamos Simamora, mengonfirmasi bahwa jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan di RSCM diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian pengemudi ojol tersebut. "(Penyebab kematian korban) Masih didalami. Sudah dibawa ke RSCM," ujar Kompol Gamos Simamora.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan atau penyebab pasti kematian Ibad. Masyarakat dan keluarga masih menantikan hasil autopsi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pengemudi ojol tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi