Polisi Bangli, Bali, masih menelusuri pelaku penggalian kuburan di area pemakaman adat di dua desa, yakni di Desa Adat Tiga dan Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.
Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan meski keburuan dibongkar tetap tidak ada jenazah yang hilang atau kerugian lainnya.
"Kalau itu kejadiannya kurang lebih satu mingguan. Yang jelas masalah kuburan itu tidak ada kerugian, tidak bisa kami simpulkan sampai saat ini, karena di situ kerugian materiil itu nggak ada sama sekali," kata AKP Winangun saat dihubungi Kamis (22/5) sore.
Kondisi terlihat, belasan kuburan itu seperti digaruk atau digali oleh pelaku tetapi tidak ada jenazah yang hilang maupun tulang belulang yang hilang dan itu sudah dilakukan pengecekan bersama.
"Iya digaruk begitu saja (jenazah) itu tidak ada hilang, uang kepeng atau apapun tulang berulang tidak ada yang hilang. Dan sudah dilakukan pembongkaran bersama dengan desa adat," imbuhnya.
Belasan kuburan yang digali di dua desa itu bukan hanya kuburan bayi tetapi kuburan lainnya. Untuk di Desa Adat Tiga ada sekitar 5 titik kuburan yang digali dan di Desa Adat Demulih adalah kuburan
khusus anak-anak dan itu ada 14 titik yang digali.
"Di TKP pertama (Desa Adat Tiga), kalau tidak salah itu 5 (titik). Yang di Demulih ini kan kuburan anak-anak, itu 14 titik kalau tidak salah," ungkapnya.
Saat ini penyelidikan terus dilakukan untuk mencari tahu pelaku dan motifnya.
"Motifnya menggali untuk apa, ini belum kita bisa disimpulkan," ujarnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian Polres Bangli, Bali, sedang melakukan penyelidikan terkait beredarnya video di media sosial adanya makam yang diduga digali oleh orang yang tidak dikenal.
Dalam video yang beredar pada Kamis (20/5), peristiwa itu terjadi di Desa Demulih, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali, dan makam yang digali diduga sebuah kuburan bayi.
Pihak kepolisian langsung menyikapi informasi yang berkembang di media sosial maupun sejumlah media daring mengenai adanya bekas galian dua makam di wilayah Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli,
"Polres Bangli menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mengarah pada hilangnya jenazah ataupun benda berharga dari lokasi makam yang dimaksud," kata Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/5).
Ia menyampaikan, Polres Bangli telah menerima pengaduan dari masyarakat terkait dugaan tersebut dan segera menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan menyeluruh di lapangan. Dalam proses penyelidikan ini, Polres Bangli juga berkoordinasi dengan aparat desa adat dan tokoh masyarakat setempat guna memastikan kebenaran informasi yang beredar serta menjaga ketertiban dan kekhusyukan di wilayah tersebut, dan seluruh proses masih dalam tahap penyelidikan.
“Kami dari pihak kepolisian tengah menangani aduan ini dengan dukungan penuh dari perangkat desa adat. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya,” ujarnya.
Advertisement
Banyak Makam Bayi yang Dirusak
Perbekel atau Kepala Desa Demulih I Nyoman Wijana mengatakan rata-rata kedalaman galian yang dibuat pelaku mencapai 30 cm.
"Itu kuburan bayi sebenarnya atau kuburan anak-anak. Yang jelas yang kelihatan lubang-lubangnya itu tiga titik yang lumayan, sekitar 30 centimeter sekitar itu," kata Wijana.
Meski dibongkar, dipastikan tidak ada jenazah bayi yang hilang. Rata-rata bayi yang ada di pemakaman itu usia 0-3 bulan
"Secara agama, kita sudah melakukan upacara peleburan atau pembersihan. Dan terkait pengamanan selanjutnya sudah jelas dari Pecalang, jaga-jaga agar tidak terjadi hal-hal yang serupa," katanya.
Dikatakannya, peristiwa itu baru pertama kali terjadi. Pihaknya menduga, pelaku melakukan penggalian menggunakan alat yang simpel atau kecil.
"Itu jelas pakai alat yang simpel mungkin. Dan sudah dibawa, kan enggak mungkin kalau malam-malam bawa cangkul mungkin yang kecil yang bisa dipakai. (Himbauan kita) tetap waspada dan Pecalang terus berjaga-jaga saling menjaga untuk keamanan selanjutnya," ujarnya.