Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung misi kemanusiaan di Gaza sesuai instruksi pemerintah. Sebagai bagian dari pengiriman pasukan perdamaian yang direncanakan, matra laut telah menyiagakan armada khusus untuk memberikan bantuan medis di wilayah konflik tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, pengiriman ini menjadi bagian dari kontribusi besar Indonesia dalam upaya Internasional untuk membantu warga sipil yang terdampak perang di Palestina.
TNI AL dikatakan fokus pada pengerahan unit kesehatan yang memiliki kapabilitas tinggi dalam menangani kondisi darurat di lapangan.
Advertisement
Tidak hanya sekadar personel, namun infrastruktur medis terapung yang canggih juga disiapkan agar bantuan yang diberikan bisa maksimal dan efektif.
"Jadi kita akan mengirimkan kapal rumah sakit, yang jelas. Sementara yang masih didaftarkan satu, tapi mungkin bisa jadi lebih dari satu ya," kata Ali kepada wartawan di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (12/2).
Ali menjelaskan, saat ini TNI AL memiliki tiga unit kapal rumah sakit yang siap bertugas kapan saja. Dari total armada tersebut, setidaknya ada dua kapal yang mendapatkan perhatian khusus untuk disiagakan dalam misi Internasional ke jalur laut Gaza ini.
"Kita ada tiga kapal rumah sakit, maksimal dua kita siapkan. Satu yang pasti akan diberangkatkan, kemudian satu cadangan," jelasnya.
Advertisement
Selain kapal rumah sakit, TNI AL juga akan menerjunkan satuan-satuan elite dari Korps Marinir. Personel yang dipilih merupakan ahli di bidang konstruksi lapangan dan kesehatan tempur guna memastikan seluruh infrastruktur medis dapat berdiri kokoh di lokasi tujuan.
"Kemudian dari batalyon kesehatan lapangannya Marinir, batalyon zeninya Marinir, kemudian dari pendukung-pendukung kesehatan dari TNI AL. Itu yang kita siapkan," ungkapnya.
Mengenai angka pasti jumlah prajurit yang akan bertolak, ia menyebut bahwa pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan tingkat yang lebih tinggi. Keputusan akhir mengenai kuota pasukan masih bergantung pada kebijakan teknis di Markas Besar TNI.
"Jumlahnya kita masih menunggu kesepakatan dan arahan dari Mabes TNI," ucapnya.
Ali menegaskan, persiapan TNI AL ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari ketika wacana pengiriman pasukan mulai bergulir di tingkat nasional. Dengan penurunan angka estimasi pasukan dari rencana awal, Ali memastikan jajarannya jauh lebih siap untuk segera diberangkatkan.
"Sebenarnya sudah disiapkan sejak lama. Begitu presiden menyampaikan akan mengirim 20.000 pada saat itu, kita sudah menyiapkan. Jadi kalau ini jumlahnya lebih kecil, kita mungkin lebih siap untuk mengirimkan," katanya.