Minta Eksekusi Taman Sriwedari Ditunda, Pimpinan DPRD Geruduk PN Solo

Rabu, 18 Maret 2020 21:05 Reporter : Arie Sunaryo
Minta Eksekusi Taman Sriwedari Ditunda, Pimpinan DPRD Geruduk PN Solo Ketua DPRD Budi Prasetyo temui Ketua PN Solo. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sejumlah pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo, mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, di Jalan Slamet Riyadi, Rabu (18/3). Mereka minta PN Surakarta menunda eksekusi Taman Sriwedari oleh ahli waris RMT Wirjodiningrat.

Ketua DPRD Kota Solo Budi Prasetyo mengatakan, permasalahan Sriwedari, menjadi perhatian serius di DPRD. Selaku wakil rakyat, pihaknya menghendaki Sriwedari nantinya tetap menjadi public space yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Setelah melalui rapat fraksi, kita mengambil sikap. Kita mohon kepada Pengadilan Negeri untuk menunda eksekusi Sriwedari," ujar Budi.

Budi menerangkan, permintaan penundaan eksekusi tersebut telah melalui konsultasi dengan pihak-pihak yang berkompeten. Diantaranya Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Bagian Hukum Pemkot Solo. Pihaknya juga akan meminta Pemkot Solo untuk pro aktif menjalankan perlawanan-perlawanan di ranah hukum.

Budi menolak jika langkah tersebut merupakan intervensi peradilan. Hal-hal yang ada kaitannya dengan hukum tetap menjadi ranah Bagian Hukum Pemkot Solo.

"Kita tidak akan mengintervensi lembaga peradilan. Kita intinya minta penundaan eksekusi," jelasnya.

Ketua PN Surakarta, Krosbin Lumban Gaol menyampaikan rasa bangganya dikunjungi semua anggota dan pimpinan dewan. Namun ia enggan memberikan tanggapan terkait permohonan penundaan eksekusi lahan Sriwedari tersebut.

"Kita belum membaca, jadi belum bisa menanggapi tentang surat. Nanti akan kita lihat dulu apa isi surat itu. Kita pelajari dulu makna-makna yang terkandung dalam surat itu," tandasnya.

Terkait eksekusi yang akan dilakukan, Krosbin mengemukakan, pihaknya sudah dua kali melakukan rapat koordinasi. Perkembangan selanjutnya baru akan dilakukan dalam rapat berikutnya yang akan dilakukan 24 Maret 2020. Sehingga hingga saat ini belum diputuskan kapan eksekusi akan dilakukan.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya dalam sengketa lahan Sriwedari...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sengketa Taman Sriwedari
  3. Surakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini