Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mimpi Walikota jadikan Makassar kota terbaik dunia, siapkan 100 CCTV

Mimpi Walikota jadikan Makassar kota terbaik dunia, siapkan 100 CCTV Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. ©2017 Merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengawas adalah sesuatu yang mutlak dari sebuah kota modern. Dan di Makassar sendiri, dengan program smart city-nya menuju kota dunia, telah memiliki 100 unit CCTV yang dipasang di 100 titik di Kota Makassar. Salah satu fungsinya untuk mengawasi situasi keamanan kota.

"Saat ini kita telah memiliki 100 unit CCTV dilengkapi ruang kontrol yang canggih. Hari ini, CCTV itu sudah terkoneksi langsung dengan Polrestabes Makassar. Yang 100 unit CCTV ini saja dampaknya sudah luar biasa apalagi kalau kita menambah lagi jumlah CCTV-nya," kata Ramdhan saat bicara dalam kegiatan uji publik draf Rancangan Peraturan Walikota (Ranperwali) Makassar tentang kewajiban penyediaan dan pemasangan CCTV pada bangunan gedung, yang berlangsung di ruang sidang Perwali, Balai Kota Makassar, Senin, (27/3).

Draf Ranperwali itu sendiri terdiri dari 8 halaman memuat 10 bab, 16 pasal. Ini akan jadi pedoman bagi Pemkot Makassar dan masyarakat dalam penyediaan dan pemasangan CCTV. CCTV tersebut wajib dipasang di bangunan kegiatan usaha, bangunan yang berfungsi sebagai tempat hunian, tempat kegiatan sosial dan kegiatan-kegiatan khusus.

Menurut Walikota yang akrab disapa Danny ini, masih banyak lorong-lorong gelap di Kota Makassar yang tidak tercover dari pengamatan dan pengendalian. Tapi tidak mungkin juga di lorong-lorong gelap itu ditanam petugas selama 24 jam. Olehnya yang perlu segera dilakukan adalah memanfaatkan teknologi terkini. CCTV sebagai salah satu teknologi yang dimaksud ini adalah untuk mengantisipasi tindak kejahatan di sudut-sudut kota termasuk ancaman narkoba yang saat ini sudah menulari warga Makassar, bukan hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak yang masih berusia belasan tahun. Ironisnya, bukan sekadar pemakai tapi juga pengedar.

"Olehnya hari ini kita canangkan kewajiban pemasangan CCTV di semua bangunan umum dan bangunan khusus didahului dengan mendiskusikan draf peraturan walikota tentang kewajiban pemasangan CCTV itu untuk disempurnakan. Tujuan pemasangan CCTV ini bukan sekadar fokus ke masalah antisipasi tindak kejahatan tetapi juga untuk memantau langsung situasi sosial kota misalnya pemantauan bencana dll," kata Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto seraya menambahkan, intinya kewajiban CCTV ini nantinya akan dipasang di tiga jenis lingkungan yakni lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan sosial.

Hadir juga sebagai pembicara dalam uji publik draf Rancangan Peraturan Walikota (Ranperwali) Makassar tentang kewajiban penyediaan dan pemasangan CCTV pada bangunan gedung, Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Gatot Eddy Pramono. Menurutnya, perkembangan teknologi bisa berpotensi memunculkan kejahatan-kejahatan baru, baik itu melalui media sosial, internet dan teknolohi-teknologi lainnya.

Kata Gatot, jika dulu, orang mengenal pencurian yang bersifat konvensional dan tradisional seperti maling sepeda, maling ayam, sekarang orang bisa menjadi maling uang lewat internet, juga dengan menggunakan kartu-kartu yang dibuatnya sendiri atau dengan mencuri PIN kita, itu semua karena memakai teknologi.

Pelaku-pelaku kejahatan, kata Gatot, juga berpikir kalau modus-modus operasinya sudah diketahui olehnya mereka juga melakukan langkah-langkah antisipasi. Tentunya, kita juga tidak boleh ketinggalan dalam mengantisipasi tindak kejahatan. Salah satunya adalah dengan menempatkan CCTV pada daerah-daerah yang berpotensi terjadinya kerawanan. Tujuan pemasangan CCTV, salah satunya adalah untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Makassar.

"Sekarang baru 100 CCTV, tapi kata Pak Walikota kalau tahun 2018 mendatang menargetkan 3000 CCTV dan terintegrasi dengan kita. Harapannya Kota Makassar bisa masuk dalam daftar kota-kota teraman dan terbaik di dunia," kata Brigjen Polisi Gatot Eddy Pramono seraya mencontohkan Kota Beijing yang pernah dikunjunginya, sangat kurang polisi yang terlihat beredar karena di jarak 100 meter hingga 150 meter sudah terpasang tiang-tiang CCTV.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP