Meski protes Donald Trump soal Yerusalem, PBNU imbau tak ada aksi kekerasan

Kamis, 7 Desember 2017 18:07 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PBNU kecam Presiden AS Donald Trump akui Yerusalem ibu kota Israel. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem merupakan ibu kota Israel. Ketua PBNU bidang Hukum Robikin Emhas pun meminta umat Islam tak melakukan tindakan anarkis meski memprotes pernyataan Donald Trump tersebut.

"Kita tahu tindakan presiden Donald Trump ini amat sangat melukai perasaan dan sentimen keagamaan khususnya umat Islam. Namun kami menyerukan bahwa segenap langkah apapun tidak boleh dilakukan dengan kekerasan," kata Robikin di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (07/12).

Sebab, kata dia, jika protes itu dilakukan dengan cara kekerasan akan mencoreng wajah dan kaidah Islam itu sendiri. Dia pun mempersilakan umat islam protes dengan keras, namun dengan cara yang bersifat Akhlakul Karimah.

"Kami menyerukan agar tidak ada kelompok masyarakat yang memprotes sikap presiden Donald Trump dengan sikap kekerasan, karena kekerasan akan menimbulkan masalah baru," ujarnya.

"Tapi kami memahami bila ada masyarakat Indonesia yang meminta pemerintah atau Presiden (Jokowi) untuk memanggil Dubes Amerika, kami memahami sikap itu. Kami minta tegakkan tindakan itu tetap sesuai koridor dan UU yang berlaku," sambungnya.

NU berharap Presiden Donald Trump menarik pernyataan tersebut. Hal itu demi mencegah meluasnya tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap warga Palestina.

"Jelas kami berharap pemerintah Amerika presiden Donald Trump untuk menarik pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Tindakan itu bisa meredam gejolak yang ada yang berpotensi meluasnya pelanggaran HAM di Palestina," tukasnya.

Pihaknya juga menyerukan khusus kepada warga NU untuk membaca doa qunut nazilah, memohon pertolongan dam perlindungan pada Allah SWT. Supaya dunia dan khususnya Palestina dapat tercipta situasi yang damai. [rzk]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.