Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Pengelolaan Sampah Surabaya, Dorong Pemanfaatan PLTSa

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengapresiasi upaya Pengelolaan Sampah Surabaya yang dinilai terbaik nasional, mendorong keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Pengelolaan Sampah Surabaya, Dorong Pemanfaatan PLTSa
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengapresiasi upaya Pengelolaan Sampah Surabaya yang dinilai terbaik nasional, mendorong keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo. (AntaraNews)

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kerja bakti (korve) di sepanjang Sungai Kalimas, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kota dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hanif Faisol Nurofiq secara khusus memuji Surabaya sebagai kota dengan pengelolaan sampah terbaik secara nasional.

Apresiasi ini disampaikan saat Menteri Lingkungan Hidup meninjau langsung kegiatan korve yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, upaya pembenahan lingkungan di Surabaya tidak hanya terlihat di pusat kota, tetapi juga merata hingga ke berbagai kawasan permukiman. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Surabaya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi warganya.

Kinerja pengelolaan sampah Surabaya dinilai tertinggi secara nasional, dengan tingkat penanganan sampah mencapai sekitar 95 persen untuk kota besar. Capaian ini menjadi tolok ukur bagi kota-kota lain di Indonesia dalam upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pemerintah pusat juga berkomitmen penuh untuk mendukung program-program lingkungan di Surabaya.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan kebanggaannya terhadap Kota Surabaya yang berhasil menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah. Ia menyoroti bagaimana upaya pembenahan lingkungan di Surabaya tidak hanya terpusat, tetapi juga meluas ke area permukiman. Kualitas pengelolaan ini tercermin dari nilai kinerja yang menempatkan Surabaya di posisi teratas secara nasional.

Surabaya saat ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah setiap hari, sebuah angka yang signifikan untuk kota metropolitan. Namun, dengan inovasi dan komitmen, lebih dari 1.000 ton sampah tersebut diproyeksikan dapat ditangani melalui fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Benowo. Ini menunjukkan langkah progresif Surabaya dalam mengelola limbah.

Tingkat penanganan sampah Surabaya yang mencapai sekitar 95 persen merupakan capaian luar biasa untuk kota besar di Indonesia. Angka ini tidak hanya mencerminkan efisiensi sistem, tetapi juga kesadaran kolektif masyarakat. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah yang efektif dapat diwujudkan dengan sinergi antara pemerintah dan warga.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, terus mengawal pengembangan pengolahan sampah menjadi energi di Surabaya. Pendanaan untuk fasilitas PLTSa Benowo telah disiapkan dalam beberapa tahap, menunjukkan komitmen serius dari pemerintah. Dukungan ini krusial untuk keberlanjutan proyek strategis tersebut.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa pencairan anggaran untuk pendanaan tahun 2025 akan segera dilakukan pada tahun ini, setelah persetujuan dari Kementerian Keuangan. Meskipun sempat ada kendala karena perubahan regulasi di tahun sebelumnya, pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memastikan pembayaran akan segera direalisasikan. Ini mempercepat operasional PLTSa.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik dukungan dari pemerintah pusat. Ia berharap kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kampung dan tempat usaha dapat semakin kuat. Dengan demikian, beban penanganan sampah kota dapat terus berkurang, menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efisien dan partisipatif.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa kerja bakti di Sungai Kalimas merupakan bagian integral dari upaya menjaga kualitas lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menguatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk membangun budaya peduli lingkungan.

Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada Menteri Lingkungan Hidup atas semangat yang diberikan, yang semakin menguatkan keyakinan warga Surabaya. Masyarakat telah mulai aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, sejalan dengan arahan pemerintah. Kebijakan ini selaras dengan amanat undang-undang yang berlaku, mendorong partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah Kota Surabaya telah memberlakukan kewajiban pemilahan sampah tidak hanya di tingkat rumah tangga, tetapi juga di sektor usaha. Hotel, restoran, kafe (horeka), dan pusat perbelanjaan kini diwajibkan untuk memilah sampah mereka. Selain itu, pengangkutan sampah dari sektor usaha juga harus menggunakan kendaraan compactor, serta larangan keras pembakaran sampah.

Langkah-langkah proaktif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang komprehensif. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Surabaya optimis dapat terus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampahnya. Hal ini akan berkontribusi pada lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat bagi seluruh warganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi