Menteri Kelautan Tiba-Tiba Menghadap Prabowo di Tengah Ramai Kasus Pagar Laut
Trenggono terlihat hadir pukul 15.10 WIB di tengah guyuran hujan yang cukup deras.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menemui presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/1). Trenggono terlihat hadir pukul 15.10 WIB di tengah guyuran hujan yang cukup deras.
Wahyu tampak keluar dari mobil Alphard hitam menggunakan kemeja putih dan celana hitam. Dia memakai payung dan bergegas masuk ke dalam istana.
Soal kehadirannya untuk membahas soal pagar laut, Trenggono belum mau menjawab gamblang.
"belum tahu," jawabnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/1).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berencana membongkar pagar laut di Tangerang pada 22 Januari 2025, siang. Dia juga turut menggandeng TNI Angkatan Laut.
Trenggono telah bertemu dengan Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muhammad Ali di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (20/1). Keduanya sepakat untuk mengambil tindakan konkret dalam waktu dekat.
"Dengan Kepala Staf Angkatan Laut, beserta jajaran, saya dan Pak Wamen ya dalam rangka untuk mengevaluasi terhadap apa yang sekarang ini menjadi isu yang rame itu adalah soal pagar laut" kata Trenggono usai pertemuan, mengutip unggahan Instagram @swtrenggono, Senin (20/1).
Keduanya sepakat untuk menahan pembongkaran pagar laut di Kabupaten Tangerang hingga Rabu, 22 Januari 2025 mendatang.
"Jadi kita akan memberikan batasan waktu sampai dengan besok Rabu pagi, kita akan rapat pada pagi, lalu siangnya kita akan lakukan tindakan pembongkaran," tegas dia.
Penyelidikan
Perlu diketahui, KKP tengah melakukan penyelidikan soal kepemilikan pagar laut yang membentang sepanjang 30,16 kilometer (Km) meliputi 6 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Pada Sabtu, (18/1/2025) lalu, pasukan gabungan TNI AL mulai membongkar pagar laut sekitar 2 Km.
Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muhammad Ali menerangkan pihaknya bertemu Menteri Trenggono untuk melakukan evaluasi soal pembongkaran pagar laut tersebut.
"Jadi pagi ini kami bersama Pak Menteri dengan Pak Wamen melaksanakan evaluasi bagaimana cara yang baik, yang aman, yang cepat dan praktis untuk bisa mempercepat, membantu kesulitan masyarakat nelayan karena itu instruksi dari Bapak Presiden kan, TNI harus bisa membantu kesulitan masyarakat," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Sakti Wahyu Trenggono masih mencari pemilik pagar laut di Kabupaten Tangerang, Banten. Rencananya, KKP akan membongkar pagar laut itu pada Rabu, 22 Januari 2025.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto mengungkapkan rencana itu. Bahkan, Menteri Trenggono sudah memanggil Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono.
"Menteri Kelautan dan Perikanan, Bapak Sakti Wahyu Trenggono, telah memerintahkan Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) untuk melaksanakan pembongkaran pagar laut di Tangerang dalam waktu maksimal 2 x 24 jam," ungkap Doni kepada Liputan6.com, Senin (20/1).
Dalam 2 hari ini, KKP masih mendalami pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pagar laut tersebut. Termasuk membuka pintu bagi pihak yang membangun pagar bambu tersebut untuk mengakui tindakannya.
"Tenggat waktu ini juga memberikan kesempatan bagi pihak yang merasa memiliki atau bertanggung jawab atas pagar tersebut untuk segera menyatakan diri," ucapnya.
Sebagai informasi, KKP telah melakukan pemanggilan sejumlah pihak yang diduga bertanggung jawab. Namun, belum ada pihak-pihak yang berani merespons pemanggilan itu.