Menko PMK Muhadjir Apresiasi Layanan untuk Ibu Hamil Terpapar Covid-19 di Bandung

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau pelayanan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) di Kota Bandung, Rabu (16/6). Dia mengapresiasi layanan untuk ibu hamil yang terpapar Covid-19 yang ada di fasilitas kesehatan ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menko PMK Muhadjir Apresiasi Layanan untuk Ibu Hamil Terpapar Covid-19 di Bandung
Menko PMK Muhadjir Muhadjir Effendy bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat meninjau RSKIA di Kota Bandung, Rabu (16/6). ©2021 Merdeka.com

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau pelayanan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) di Kota Bandung, Rabu (16/6). Dia mengapresiasi layanan untuk ibu hamil yang terpapar Covid-19 yang ada di fasilitas kesehatan ini.

"Di sini ada semacam inovasi yang dilakukan yaitu melayani ibu hamil yang kena Covid. Jadi ibu hamil yang kena Covid-19 dengan penindakan dan fasilitas yang disiapkan. mulai dari pemeriksaan yang suspek, penanganan yang positif, kemudian yang melahirkan, anak yang dilahirkan diperiksa ulang apakah termasuk yang suspek atau positif kena covid seperti yang terjadi sama ibunya," ucap Muhadjir yang melakukan peninjauan bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Muhadjir menyebut layanan untuk ibu hamil yang terpapar Covid-19 sangat baik. Karena itu, dia akan memberikan dukungan agar pihak rumah sakit menambah kapasitas dari 100 kamar menjadi 150 kamar pasien.

"Sejak rumah sakit ini dibuka (untuk rujukan pasien Covid-19), ada 400 ibu hamil yang suspek, dari 400 itu 260 yang positif Covid. itu artinya angka ibu yang hamil terkena covid hampir 60 persen. Ini menunjukkan covid sudah tidak pandang bulu menyerang mereka yang hamil," terang dia.

"RS ini saya apresiasi dengan antisipasi menyiapkan layanan untuk ibu hamil termasuk penanganan bayi yang kemungkinan terkena covid. terutama proses lahiran caesar juga. Mudah-mudahan, di wilayah lain di kabupaten kota provinsi yang lain melakukan hal yang sama. Tapi saya yakin masih belum semuanya di seluruh Indonesia melakukan hal yang sama," pungkasnya.

Rekomendasi