Mengunjungi Benteng Anoi Itam, gudang persenjataan Jepang di Sabang

Rabu, 6 Desember 2017 12:13 Reporter : Hery H Winarno
Benteng AnoiItem. ©2015 portrait of indonesia

Merdeka.com - Moment Sail Sabang 2017 dimanfaatkan oleh banyak turis untuk mendatangi tempat-tempat wisata di Sabang. Pulau Rubiah, Tugu Kilometer Nol dan berbagai tempat wisata unik di kota paling ujung barat ini ramai didatangi wisatawan baik lokal maupun asing.

Salah satu tempat yang ramai didatangi wisatawan adalah Benteng Anoi Itam. Lokasinya di kawasan Pantai Anoi Itam, sekitar 12 Km dari pusat Kota Sabang. Benteng yang dibangun Jepang ini terletak di sisi timur Sabang. Benteng ini dulunya adalah tempat penyimpanan senjata bagi armada Jepang.

Benteng Anoi Itam di Kota Sabang 2017 Merdeka.com


Memasuki lokasi Benteng Jepang Anoi Itam, kita akan disuguhi pemandangan bukit dengan anak tangga dan pepohonan yang rindang. Pantai yang indah dan benteng kecil yang berada di bawah kaki bukit membuat elok lokasi wisata bersejarah ini. Di kiri jalan setapak yang dilalui akan ditemukan bungker-bungker kecil.

Benteng peninggalan Jepang ini dibangun antara tahun 1942-1945 dan digunakan sebagai tempat berlindung pasukan Jepang. Tentara Jepang mendarat di Pulau Weh (Sabang) pada 12 Maret 1942. Para serdadu Negeri Sakura ini lalu menggali terowongan bawah tanah di sepanjang pantai sebagai benteng pertahanan. Namun setelah tiga tahun lebih terlibat Perang Dunia II, mereka takluk dari Pasukan Sekutu dan meninggalkan semua wilayah jajahannya.

Benteng Anoi Itam di Kota Sabang 2017 Merdeka.com


"Di Sabang ini banyak sekali gua Jepang. Konon benteng-benteng yang tersebar di Sabang ini terhubung melalui terowongan yang banyak ditemui di kota Sabang. Tapi terowongan ini sudah ditutup," ujar Syarief, salah satu warga Anoi Itam kepada merdeka.com.

Di Benteng ini terdapat sebuah bangunan dengan menara bidik. Bangunan ini dibuat setengah ke dalam tanah dan hanya menyisakan menara bidik untuk mengintai musuh dari atas bukit. Di benteng ini juga masih terdapat meriam dengan panjang lebih dari 3 meter.

Benteng Anoi Itam di Kota Sabang 2017 Merdeka.com


"Dulunya meriam ini mengarah ke laut. Benteng ini salah satu benteng pertahanan Jepang di Nusantara," terang Syarief yang menjelaskan sejarah singkat benteng ini kepada pengunjung yang datang.

Pohon 'tongkat komando'

Nah di ujung bangunan benteng terdapat pohon yang sangat langka. Pohon Stigi. Kayu Stigi adalah kayu yang banyak masyarakat kenal sebagai kayu dengan kekuatan magis. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menjulukinya sebagai Raja Kayu bertuah.

Pohon Stigi 2017 Merdeka.com


"Pohon dilarang ditebang. batang dari kayu ini biasanya dibuat sebagai tongkat komando. Tambah berwibawa katanya kalau pakai tongkat dari kayu ini," ujar Syarief lagi.

Pohon Stigi 2017 Merdeka.com


Kayu stigi ini mempunyai ciri-ciri keras, kuat dan juga dinamis. Kayu stigi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu stigi laut dan stigi darat. "Nah yang ini Stigi Darat," imbuhnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Sail Sabang
  2. Sabang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini