Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal tradisi parade Barong Ider khas Banyuwangi

Mengenal tradisi parade Barong Ider khas Banyuwangi Barong Ider Bumi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sehari sebelum Diaspora Banyuwangi, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyaksikan parade Barong Ider Bumi di Desa Wisata Kemiren, Banyuwangi bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menpar lebih dahulu melepas burung merpati sebagai simbolisasi kesetiaan tiada akhir. Arief turut melempar koin receh sebagai tanda kemakmuran, dan kesejahteraan, sebelum turut dalam parade Barong dengan menaiki kuda. Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan, Barong Ider adalah sebuah tradisi dan ritual adat unik yang hanya ada di Banyuwangi, tepatnya di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.

Ritual itu berlangsung setiap tanggal 2 Syawal atau hari kedua Idul Fitri. Masyarakat setempat percaya, arak-arak Ider Bumi maka Kampung Kemiren akan terhindar dari segala keburukan.

Acara ini cukup kuat menyedot perhatian publik. Tentu juga akan menaikkan minat wisatawan mancanegara maupun lokal untuk berkunjung ke Desa Adat Kemiren.

"Barong Ider Bumi Kemiren tepatnya adalah upacara adat oleh leluhur masyarakat Suku Using Kemiren, dimana tujuan ritual ini adalah sebagai media tolak bala, melindungi kampung dari segala hal yang negatif, hama tanaman, wabah penyakit, dan serakat yang ada di Kemiren," ujar Bramuda.

Arief Yahya tampak terkesima dengan tradisi adat masyarakat asli suku Using Banyuwangi ini, di mana masih kental menjunjung tinggi nilai tradisi dengan melestarikan budaya dan kesenian para leluhur.

Dia takjub dengan penampilan balita Akbar dan Killa berusia 4 tahun saat membawakan tari Jaran Goyang. "Ini bentuk pelestarian sejak dini. Anak balita bisa menari seluwes itu. Kita harap ada pelestarian lahir dan terus berkembang di tempat ini," tutur Arief.

Arief Yahya sempat menikmati santapan kuliner pecel pitik di Desa Kemiren di akhir acara. Makanan khas Banyuwangi itu menggunakan bahan utama ayam kampung muda.

Setelah disembelih, ayam kampung dibersihkan lalu dipanggang secara utuh di perapian. Bumbu-bumbu sangat sederhana, yaitu kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Setelah dihaluskan, bumbu dicampur dengan parutan kelapa muda.

Ayam yang telah dipanggang lantas disuwir menggunakan tangan. Kuliner khas Banyuwangi lainnya ada rujak soto, nasi cawuk, lontong sayur, sampai sayur kelor sambal sereh.

"Jadi tunggu apalagi, Ayo ke Banyuwangi, nikmati wisatanya, rasakan kulinernya. Anda pasti ingin kembali. Jangan lupa foto-foto lalu posting dengan hashtag #MudikPenuhPesona, #MajesticBanyuwangi, #PesonaIndonesia," ajak Arief Yahya.

Nyatanya, para wisatawan kini semakin mudah berkunjung ke Banyuwangi. Saat ini telah ada penerbangan langsung rute Jakarta-Banyuwangi setiap hari. Selain itu, ada tiga penerbangan yang melayani rute Surabaya-Banyuwangi tiga kali dalam sehari. Fasilitas untuk wisatawan kian lengkap, ada homestay sampai hotel bintang empat. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP