Tidak hanya jenis masakan dan aneka bumbu yang diwariskan oleh leluhur kita. Bahkan cara menyajikan masakan serta cara makan juga ada yang menjadi tradisi.Seperti halnya di Kabupaten Karangasem yang terletak di ujung timur wilayah Bali. Budaya makan bersama yang disebut Megibung ini diwariskan sejak zaman pemerintahan raja Karangasem, I Gusti Anglurah Ketut Karangasem Raja VII Karangasem.Putra bungsu atau anak ke tiga dari Raja I Gusti Anglurah Made Karangasem Sakti, ini yang memberikan kejayaan Karangasem hingga kekuasaannya sampai ke Lombok NTB di era abad 1800 M.Kekuasaan raja sebelumnya membuat raja ke 7 ini melihat banyak rakyatnya yang susah makan. Karenanya dalam sebuah acara makan bersama. Raja Karangasem mengundang seluruh rakyatnya ke sebuah aula kerajaan untuk makan bersama.Melihat begitu lahapnya dan penuh keakraban serta saling berbagi tanpa berebut, membuat raja ikut duduk bersama rakyat dan ikut makan bersama Megibung.Sejak itulah seperti dikatakan I Ketut Gogong Pramana, penulis dan penekun kuliner Bali, budaya megibung jadi tradisi warga Karangasem."Banyak filosopi yang bisa kita petik dari budaya megibung. Bukan soal kebersamaan dan saling berbagai. Tetapi sesungguhnya adalah kekompakan dan mensyukuri apa yang ada serta disiplin untuk bergiliran dalam menyuap makan secara bergantian," tuturnya dijumpai di Warung Mina Dalung, Kuta Bali.Dalam budaya Megibung semua hidangan di sediakan secara lesehan dalam beberapa kelompok. Paling banyak umumnya 1 kelompok terdiri dari 5 orang. "Saat acara megibung dimulai, tidak ada disini yang namanya berebut. Selapar apalun bergantian mengambil sesuap nasi dan tidak ada yang serakah mengambil lebih. Secukupnya sesuai asupan lima jari kita," tuturnya.Demikian Gogong meyakinkan bahwa saat megibung, fungsi ke lima jari punya arti. Seperti halnya jari telunjuk untuk mengambil lauk, jari tengah dan manis untuk mengambil nasi dan kelingking saat menggabungkan serta ibu jarilah yang berperan memasukkan ke dalam mulut seperti di sentil. "Jadi intinya hingga akhir hayat kita tetap disuapi oleh sang ibu. Walau kita makan sendiri tetapi ibu jari kita yang berperan memasukkan ke dalam mulut kita," tuturnya.Di tengah kemoderenan saat ini tidak banyak usaha kuliner yang menyiapkan sajian bentuk megibung. Namun kabar baiknya jika kita ingin melihat Megibung yang dikemas secara moderen, itu ada di Warung Mina Dalung.Rumah makan yang menyajikan khas masakan Bali ini juga menyiapkan paket megibung. Tidak hanya itu, usaha kuliner yang ada tepat di pinggir jalan jalur Kuta-Dalung yang beralamat Jalan Padang Luwih 118 Dalung, Kuta Utara, Badung ini juga menyajikan ruangan khusus bagi penikmat acara megibung.Hanya saja bentuk penyajian megibung di warung Mina Dalung ini dikemas secara moderen. Jadi konsumen bisa pilih menu apa saja untuk disiapkan.
Mengenal sajian budaya 'Megibung' makan bersama ala warga Karangasem
Mengenal sajian budaya 'Megibung' makan bersama ala warga Karangasem. Dalam budaya Megibung semua hidangan di sediakan secara lesehan dalam beberapa kelompok. Paling banyak umumnya 1 kelompok terdiri dari 5 orang.
Advertisement
Rekomendasi