Pengumuman skuad voli putri Indonesia untuk SEA Games 2025 di Thailand telah dirilis secara resmi. Keputusan ini membawa sejumlah kejutan, terutama dengan tidak adanya nama-nama langganan tim nasional. Pelatih Marcos Sugiyama mengambil langkah berani dalam membentuk tim yang akan berlaga di ajang bergengsi tersebut.
Salah satu nama besar yang absen adalah Shella Bernadetha, pemain berpengalaman yang kini berlaga di Livoli Divisi Utama. Selain Shella, Tisya Amallya Putri juga tidak masuk dalam daftar 18 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas). Regenerasi menjadi fokus utama dalam pemilihan skuad kali ini, menandai era baru bagi tim Srikandi.
Pelatnas sendiri dijadwalkan akan berlangsung mulai 28 Oktober hingga November 2025 di Pedi Medan. Pemilihan ini menandai era baru bagi tim Srikandi, dengan harapan dapat membawa prestasi terbaik di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Para pemain akan segera berkumpul untuk persiapan intensif dan mematangkan strategi.
Advertisement
Advertisement
Perubahan Drastis dan Kepercayaan pada Talenta Muda
Keputusan pelatih Marcos Sugiyama untuk tidak memanggil Shella Bernadetha dan Tisya Amallya Putri menjadi sorotan utama. Shella, dengan tinggi 177 cm, selama ini dikenal sebagai pilar utama timnas voli putri Indonesia. Absennya kedua pemain ini mengindikasikan adanya pergeseran strategi dan visi jangka panjang dari tim pelatih.
Sugiyama, yang sebelumnya melatih timnas U-21, kini lebih memilih untuk mempercayakan banyak wajah baru. Pemain-pemain muda yang sebelumnya memperkuat timnas U-21 Indonesia pada Kejuaraan Bola Voli Dunia U-21 Putri 2025 kini mendapatkan kesempatan. Ini adalah langkah strategis untuk membangun tim masa depan yang lebih solid dan berkesinambungan.
Beberapa pilar dari tim U-21 yang berhasil naik ke tim senior antara lain Junaida Santi, Pascalina Mahuze, Kadek Diva Yanti, dan Ajeng Nur Cahaya. Mereka diharapkan dapat membawa semangat baru dan energi segar bagi Skuad Voli Putri Indonesia untuk SEA Games 2025. Kepercayaan ini menjadi motivasi besar bagi para talenta muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Advertisement
Advertisement
Komposisi Skuad dan Peran Pemain Senior
Meskipun didominasi wajah baru, Skuad Voli Putri Indonesia untuk SEA Games 2025 tetap diperkuat oleh beberapa pemain senior berpengalaman. Kapten tim Merah Putih, Megawati Hangestri Pertiwi, dan Mediol Stiovanny Yoku, masih menjadi bagian penting dari tim. Kehadiran mereka diharapkan dapat membimbing para pemain muda dengan pengalaman yang dimiliki.
Megawati dan Mediol akan berperan sebagai jembatan antara pengalaman dan semangat muda di dalam tim. Mereka akan menjadi panutan di dalam dan luar lapangan, memastikan transisi yang mulus bagi tim dalam menghadapi kompetisi. Kombinasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang kuat dan performa yang optimal.
Berdasarkan rilis dari PBVSI pada Kamis, berikut adalah 18 pemain voli putri yang dipanggil ke Pelatnas SEA Games 2025:
Advertisement
- Zahwa Aliah Jasmien
- Indah Guretno Dwi Margiani
- Namira Maradanti
- Chelsa Nurtomo Berliana
- Geofany Eka Chayaningtyas
- Rika Dwi Latri
- Pascalina Mahuze
- Kadek Diva Yanti Putri Ardiantana
- Ersandrina Devega Salsabila
- Mediol Stiovanny Yoku
- Naisya Pratama Putri
- Syelomitha Afrilaliza Wongkar
- Megawati Hangestri Pertiwi
- Khanza Putri Yansi Ganeshtri
- Arneta Putri Amelian
- Yolana Bheta Pengestika
- Ajeng Nur Cahaya
- Junaida Santi
Tim pelatih yang akan mendampingi skuad ini juga telah diumumkan. Marcos Sugiyama sebagai pelatih kepala akan dibantu oleh Pedro B Lilipaly dan Wilda Nurfadila sebagai asisten pelatih. Angga Hasan Mubarok sebagai trainer dan Lourina Henriette sebagai pelatih fisik akan melengkapi tim. Mereka akan bekerja sama untuk mempersiapkan tim secara maksimal.
Sumber: AntaraNews
Advertisement