Kantor SAR dan Pertolongan (Kansar) Palu segera mengerahkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi darurat. Aksi cepat ini menyusul laporan warga yang terjebak Banjir Tolitoli di Kelurahan Tuweley, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Insiden ini terjadi pada Minggu, 26 Oktober, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Kantor SAR Palu, Moh Rizal, menyatakan bahwa informasi awal diterima sekitar pukul 17.23 Wita. Personel Unit Siaga SAR Tolitoli langsung diterjunkan ke lokasi bencana untuk penanganan cepat. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter, membuat banyak rumah terendam dan akses terhambat.
Banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi sejak pukul 15.00 Wita, menyebabkan genangan parah di area permukiman. Tim gabungan berfokus pada penyelamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan ibu hamil. Mereka menggunakan perahu karet untuk memindahkan warga ke lokasi yang lebih aman dan terpusat.
Advertisement
Advertisement
Moh Rizal menjelaskan bahwa respons cepat menjadi prioritas utama dalam penanganan Banjir Tolitoli ini. "Kami menerima informasi sekitar pukul 17.23 Wita dan langsung mengerahkan personel Unit Siaga SAR Tolitoli ke lokasi bencana," ujarnya. Koordinasi efektif antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan operasi penyelamatan ini.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR ini sangat beragam dan solid. Mereka terdiri dari Unit Siaga SAR, TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolitoli, Pemerintah Kecamatan Baolan, dan Pemerintah Kelurahan Tuweley. Warga setempat juga turut aktif membantu proses evakuasi, menunjukkan semangat gotong royong.
Untuk mempercepat proses evakuasi, berbagai peralatan khusus telah dikerahkan ke lokasi. Basarnas menggunakan perahu karet, alat komunikasi yang memadai, serta peralatan medis untuk penanganan darurat. Perlengkapan ini sangat vital untuk menjangkau area terdampak dan memberikan pertolongan pertama secara efektif.
Advertisement
Advertisement
Banjir yang melanda Kelurahan Tuweley, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli ini disebabkan oleh hujan lebat yang tak kunjung reda sejak sore hari. Hingga pukul 18.30 Wita, hujan masih mengguyur wilayah tersebut dengan intensitas sedang, menambah tantangan bagi tim evakuasi. Kondisi cuaca ekstrem ini menjadi pemicu utama genangan air yang meluas secara signifikan.
Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter membuat banyak warga terjebak di dalam rumah mereka, membutuhkan pertolongan segera. Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi semua warga ke tempat yang lebih aman, memastikan tidak ada yang tertinggal. "Hingga kini kami belum menerima informasi berapa jumlah kepala keluarga (KK) terdampak banjir," kata Rizal, menunjukkan fokus pada evakuasi keselamatan.
Meskipun kondisi cukup parah, Moh Rizal memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa Banjir Tolitoli ini, sebuah kabar melegakan di tengah bencana. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah percepatan proses evakuasi, terutama dengan memprioritaskan kelompok rentan. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak, lansia, perempuan, dan ibu hamil yang memerlukan bantuan ekstra.
Advertisement
Warga yang berhasil dievakuasi akan ditempatkan di satu lokasi terpusat yang telah disiapkan oleh pemerintah setempat. Penempatan ini bertujuan untuk memudahkan pendataan oleh pemerintah dan Basarnas, serta memastikan mereka menerima bantuan yang diperlukan. Dengan demikian, penanganan pasca-evakuasi dapat berjalan lebih terorganisir dan efektif.
Operasi evakuasi Banjir Tolitoli ini masih terus berlangsung seiring dengan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik. Tim gabungan tetap siaga penuh untuk memastikan keselamatan seluruh warga terdampak. Upaya kolaboratif ini menunjukkan komitmen dalam menghadapi bencana dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews
Advertisement