Mengapa Sekolah Rakyat Permanen di Solok Jadi Kunci? Target 100 Sekolah Siap Putus Kemiskinan!

Pemkab Solok serius menggarap pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kawasan Arosuka, sebuah inisiatif ambisius untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengapa Sekolah Rakyat Permanen di Solok Jadi Kunci? Target 100 Sekolah Siap Putus Kemiskinan!
Pemkab Solok serius menggarap pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kawasan Arosuka, sebuah inisiatif ambisius untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM. (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, tengah mengupayakan pembangunan Sekolah Rakyat secara permanen. Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan pendidikan formal gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan di wilayah tersebut.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengarahkan pembangunan fasilitas pendidikan ini dipusatkan di Kawasan Arosuka. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk meningkatkan layanan dasar masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat luas tidak hanya bagi warga Solok tetapi juga daerah tetangga.

Koordinasi intensif telah dilakukan Pemkab Solok bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, pada Senin (22/9) ini menjadi langkah konkret menindaklanjuti rencana besar tersebut.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas. Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini dapat menjadi solusi fundamental bagi permasalahan sosial di Solok. Sebelumnya, Kabupaten Solok telah terpilih sebagai lokasi rintisan program Sekolah Rakyat.

Pusat pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kawasan Arosuka diharapkan menjadi episentrum pendidikan baru. Dengan fasilitas yang memadai, anak-anak dari latar belakang ekonomi kurang mampu akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk pembangunan sumber daya manusia.

Melalui inisiatif ini, Pemkab Solok bercita-cita memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pendidikan yang layak di Sekolah Rakyat permanen diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan membangun karakter, keterampilan hidup, serta mewujudkan kemandirian warga.

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPUPR) siap mendukung penuh program Sekolah Rakyat permanen ini. Mereka menargetkan pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat permanen akan dimulai pada September 2025. Proyek ambisius ini direncanakan rampung pada Juni 2026.

Setiap gedung sekolah permanen yang akan dibangun dirancang dengan kapasitas besar, mampu menampung sekitar 1.000 siswa. Fasilitas ini akan mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, yaitu SD, SMP, dan SMA. Integrasi jenjang pendidikan ini diharapkan memberikan kesinambungan bagi para peserta didik.

Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menekankan pentingnya program ini dalam rapat koordinasi. Ia menyatakan bahwa melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat memutus transmisi kemiskinan. "Presiden ingin dengan sekolah rakyat maka transmisi kemiskinan dapat diputus," ujar Agus Jabo Priyono.

Wamensos Agus Jabo Priyono memaparkan data lapangan yang menggarisbawahi urgensi program Sekolah Rakyat. Fakta menunjukkan bahwa hampir 74,51 persen masyarakat miskin di Indonesia hanya memiliki pendidikan setara SD ke bawah. Angka ini menjadi indikator kuat perlunya intervensi pendidikan.

Lebih lanjut, 76 persen keluarga miskin mengakui bahwa anak-anak mereka terpaksa putus sekolah akibat faktor ekonomi. Kondisi ini menciptakan lingkaran setan kemiskinan yang sulit diputus. Pendidikan yang terjangkau dan berkualitas menjadi kunci untuk memutus siklus tersebut.

Data juga menunjukkan bahwa sekitar 64,46 persen anak dari orang tua miskin berpotensi besar tetap berada dalam lingkaran kemiskinan di masa depan. Presiden RI melihat program Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis. Ini tidak hanya untuk memutus mata rantai kemiskinan, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda meraih masa depan yang lebih baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi